SAMPIT. banuapost.co.id– Pembangunan tahap pertama di Desa Basawang, Teluk Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), dengan menggunakan dana desa, sudah 90 persen.
Kondisi 90 persen ini tak ditampik Ketua TIm Pelaksana Kegiatan (TPK), Akhmad Julkipli, yang ditemui dikantornya, Jum’at (17/4).
Menurutnya, progres ini karena sistem alokasi tahapan pencairan dana desa berubah dari tahun sebelumnya. 2020 pencairan tahap pertama menjadi 40 persen. Sehingga semua item pembangunan terlaksana dengan cepat.
Untuk Desa Basawang, prioritas pembangunan tahap pertama sebanyak 4 item kegiatan. Yakni pembangunan jembatan box, pengadaan tanki profil plus tempat pondasi profil, timbunan tanah urug di bahu jalan semenisasi desa dan timbunan tanah urug halaman TPA .
“Prioritas pembangunan yang sudah kita kerjakan mulai 20 Maret, rata-rata berjalan hampir 90 persen dan sebagian lain ada yang rampung,” jelasnya.
Begitupun dengan pelaksanaan hasil musrenbangdes 2019 yang ditrealisasikan anggarannya di 2020, sedang dikerjakan dengan swakelola masyarakat desa setempat.
“Persentase pencairan sistemnya berbalik. Sekarang tahap pertama 40 persen, kedua 40 persen dan ketiga 20 persen. Berkat sistem pencairan itu, desa lebih cepat pelaksanaan pembangunannya,” timpal Kades Basawang, Misdar.
Untuk diketahui, APBDes Basawang 2020 sebesar Rp 1.942.356.842.80, diasup dari Dana Desa (DD) Rp 1.023.756.000.000, Alokasi Dana Desa (ADD) Rp 587.156.000. Kemudian hasil pajak dan retribusi daerah Rp 37.092.000, dan Dana Silpa Rp 294.361.842.80. (um/foto: ist)