BOGOR, banuapost.co.id– Program jaring pengaman sosial, yaitu Program Keluarga Harapan (PKH), paket sembako, bantuan sosial (bansos), bantuan langsung tunai (BLT), hingga Dana Desa, pekan ini sudah harus sampai ke tangan keluarga penerima.
Program berbagai jenis bantuan itu, merupakan satu di antara lima arahan baru Presiden Joko Widodo terkait pandemi virus korona atau Covid-19 yang disampaikan dalam rapat terbatas melalui telekonferensi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (4/5).
Presiden bahkan meminta Menteri Sosial Juliari P Batubara, para gubernur, bupati, wali kota, camat, hingga kepala desa, untuk turun langsung menyisir ke lapangan.
Di samping itu, presiden juga meminta agar para kepala daerah bisa fleksibel dalam mencari solusi bagi warga miskin yang belum mendapatkan bansos.
“Saya juga minta data penerima bansos dibuka secara transparan. Siapa yang dapat, kriterianya apa, jenis bantuannya apa. Sehingga jelas, tidak menimbulkan kecurigaan-kecurigaan,” ujarnya.
“Yang terakhir, saya minta dibuat hotline untuk pengaduan. Sehingga apabila menemukan penyimpangan-penyimpangan, kita bisa ketahui secara cepat,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kepala Negara minta dilakukan evaluasi terhadap penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang telah berlangsung di 4 provinsi dan 12 kabupaten/kota.
“Ini perlu evaluasi. Mana yang penerapannya terlalu over, terlalu kebablasan, dan mana yang masih kendur. Sehingga kita bisa melakukan perbaikan-perbaikan di kota/kabupaten maupun provinsi yang melakukan PSBB,” jelas presiden.
Presiden meminta daerah yang melakukan PSBB harus memiliki target-target yang terukur. Misalnya, berapa jumlah pengujian sampel dan tes PCR (polymerase chain reaction) yang telah dilakukan, apakah pelacakan yang agresif telah dikerjakan, serta berapa kontak yang telah ditelusuri setiap hari.
Dilakukan monitor secara ketat terkait potensi penyebaran di beberapa klaster. Seperti klaster pekerja migran, klaster jemaah tablig, klaster Gowa, klaster rembesan pemudik, hingga klaster industri. Tujuannya, untuk mengantisipasi munculnya gelombang kedua. (yb/din/foto: kris)