PELAIHARI, banuapost.co.id– Gara-gara ketidakjujuran dalam memeriksakan diri ke petugas medis, 54 orang di Kabupaten Tanah Laut terancam dampak virus korona
Dari 54 orang itu, 20 di antaranya tenaga kesehatan. Sehingga diharuskan melakukan karantina mandiri dan uji swab. Sedang 30 lainnya, dinyatakan sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG).
“Sementara empat anggota keluarga, sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP). Salah satunya bayi berusia 11 bulan yang sudah mulai menimbulkan gejala,” ujar Ketua IDI Tala, dr Sigit Prasetya Kurniawan, dalam rapat evaluasi penanganan Covid-19 di Sarantang Saruntung, Jumat (8/5).
.
“Inilah kenapa pentingnya kejujuran pasien kepada tenaga medis. Karena satu orang, bisa berdampak pada 54 orang,” imbuh dr Sigit penuh sesal.
Terlebih lagi, sambung dr Sigit, Tala saat ini diapit daerah yang dinyatakan sebagai transmisi lokal penyebaran Covid-19. Yakni Banjarmasin, Banjarbaru dan Tanah Bumbu. Kabupaten ini berada pada urutan keenam terbanyak kasus Covid-19 yang terkonfirmasi positif dengan jumlah 15 orang.
Karena kondisi demikian, menurut dr Sigit, Tala juga bisa berpotensi sebagai daerah transmisi lokal yang bisa menyebabkan meningkatnya kasus jika tidak ditangani dengan serius.
Menanggapi ini, Bupati H Sukamta yang memimpin rapat meminta dengan segera menentukan wilayah mana yang menjadi prioritas untuk dilakukan rapid test.
“Ini warning dari IDI, betapa penularanya sangat luar biasa. Ini ngak bisa dianggap sepele,” tegas bupati.
Bahkan terhadap kasus ini, bupati minta pasar sore Hasan Basri ditutup. Karena yang ditemukan reaktif positif, salah satu pedagang di pasar itu.
Sementara Dandim 1009/Pelaihari, Letkol Inf Adi Yoga Susatyo, juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap masyarakat yang masih menyepelekan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
“Ini harus ditekankan lagi. Karena semua orang berpotensi membawa virus yang bisa menularkan pada siapa saja. Semakin kita tidak serius menangani pandemi ini, dampaknya akan semakin lama,” katanya.
Pada kesempatan ini, bupati meminta agar semua pihak bisa lebih cepat lagi bergerak. Terutama kepada seluruh perangkat desa, mulai kepala desa hingga camat, bekerja sama secara aktif menangani pandemi ini.
“Jika ada warga desanya yang satu keluarga di karantina, satgas desa bisa menjaga rumah mereka. Sehingga ada jaminan keamanan terhadap rumah yang ditinggalkan,” timpal Wakil Bupati Abdi Rahman.
Rapat evaluasi ini juga dihadiri Sekdakab Dahnial Kipli, Waka Polres Kompol Fauzan Arianto, serta seluruh kepala dinas yang terkait. (zkl/foto: ist)