AMUNTAI, banuapost.co,.id– Kekhawatiran Wakil Ketua Harian Tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan (TGTP2) Covid-19 Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq, soal penanganan pencegahan pandemi virus korona di wilayah HSU, akhirnya menjadi kenyataan.
Jika selama ini di kabupaten tersebut seperti ‘tenang-tenang’ saja, per Selasa (9/6) terjadi ‘ledakan’ warganya yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus mematikan itu.
‘Ledakan’ itu bahkan menempatkan HSU sebagai penyumbang kedua terbesar sepanjang hari ini, Selasa (9/6), dengan 18 kasus di Provinsi Kalsel yang terakumulasi sebanyak 91 positif, setelah Kota Banjarmasin, 36 kasus.
Dengan lonjakan 18 kasus positf baru itu, di HSU sekarang ini tercatat ada sebanyak 26 pasien dalam perawatan akibat Covid-19 ini.
Bertambahnya 18 pasien positif Covid-19 di HSU ini, juga tidak ditampik Bupati setempat, H Abdul Wahid HK, dalam keterangan pers di Mess Negara Dhipa Amuntai, Selasa (9/6) sore.
“Dari hasil swab yang diumumkan Dinas Kesehatan Kalsel, sebanyak 35 orang yang diperiksa, 18 di antaranya positif Covid-19,” jelas Awa, sapaan akrab bupati yang mantan jurnalis itu.
Di antara 18 yang positif Covid-19, lanjut mantan Ketua DPRD HSU asal Partai Golkar ini, sebanyak 14 orang karyawan RSUD Pambalah Batung Amuntai.
“Mereka, petugas kebersihan 7 orang, petugas loket pembayaran 2, petugas loket pendaftaran 3, perawat yang tidak memberikan pelayanan kesehatan 1, dan 1 orang managemen,” jelasnya.
Sedang 4 orang lainnya yang positif, sambung bupati, 3 orang merupakan hasil tracking Dinkes HSU terhadap 30 orang keluarga pasien positif atau orang yang pernah kontak dengan pasien yang meninggal di Puskesmas Sungai Pandan.
“Sementara 1 orang positif lainnya, dari Puskesmas Babirik kemudian dirujuk ke RSUD Pambalah Batung Amuntai,” imbuh Awa.
Menurut bupati, dari 26 kasus di HSU, 24 orang dalam perawatan, 1 orang sembuh, dan 1 orang meninggal dunia.
Dengan kondisi peningakatan Covid-19 ini, bupati kembali mengingatkan warga agar selalu berhati-hati dan membudayakan pola hidup bersih dan sehat serta selalu menerapkan protokol kesehatan.
“Selalu menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan,” tandasnya. (sri/foto: ist)