PELAIHARI, banuapost.co.id– Duka masih terasa mengiringi tahlilan HM Zakaria, salah seorang perawat di Fasilitas Pelayanan Khusus (Fayansus) Covid-19 di eks RSUD H. Boejasin Pelaihari, yang digelar Sabtu (4/7) malam.
Dipimpin tokoh agama, tahlilan diikuti para tenaga kesehatan (nakes) rekan almarhum, serta para relawan yang bertugas di Fasyansus Covid-19 tersebut.
Selain itu, turut berhadir Wakil Bupati Tanah Laut, Abdi Rahman, Koordinator Fasyansus Covid-19 H Zainal Abidin dan Wakil Ketua Relawan Tala Tanggap Covid-19 Tala, H Amperansyah.
Tenaga medis itu, meninggal Jumat (3/7) malam pukul 23.00 Wita, dan dikebumikan dinihari sekitar pukul 02.00 Wita di pekuburan umum di Atilam, Kelurahan Pabahanan, Kecamatan Pelaihari.
Almarhum yang selama ini secara langsung merawat para pasien reaktif dan positif Covid-19, sempat menjalani perawatan di RSUD Hadji Boejasin Tala, sebelum kemudian dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin, 2 Juli 2020.
Namun Sang Khaliq berkehendak lain, HM Zakaria akhirnya mengembuskan napas untuk terakhir kalinya pada malam itu.
Wabup Tala, Abdi Rahman, mengungkapkan rasa kehilangan akan salah satu perawat terbaik di depan para nakes dan relawan.
“Kita sangat kehilangan. Beliau sosok luar biasa. Selama ini secara langsung berhadapan dengan para pasien yang positif. Insaallah, beliau meninggal dalam keadaan syahid khusnul khotimah,” ucao Abdi terdengar lirih.
Wabup mengaku sengaja menggelar tahlilan untuk mengirimkan doa kepada almarhum. “Saya ingat, beliau pernah lupa untuk berbuka puasa karena saking sibuknya menangani para pasien di fasyansus ini,: ujar Abdi.
Bahkan adanya fasyansus ini, lanjut wabup, juga berkat dukungan HM Zakaria yang siang malam selalu siap ketika ditelpon agar menyiapkan segala sesuatunya untuk disediakan.
Mewakili pemkab dan masyarakat Tala, Abdi Rahman mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada almarhum atas dedikasi dan perjuangan selama ini dalam percepatan penanganan Covid-19 di Tala. (zkl/foto: ist)