BANJARMASIN, banuapost.co.id– Meski telah berstatus zona hijau atau daerah aman dari penularan virus korona, proses belajar dan mengajar sekolahnya belum dapat dilakukan dengan sistem tatap muka.
“Pembelajaran untuk sementara ini tetap berbasis online atau daring,” ujar Kepala Sekolah SDN Mawar 4, M Hasan, Sabtu (25/7).
Pasalnya, lanjut Hasan, hingga sekarang ini belum ada keputusan atau instruksi dari pemerintah kota dan Disdik Banjarmasin mengenai sistem pembelajaran yang akan diberlakukan setelah penetapan zona hijau di lingkungan sekolah tersebut.
“Karena itu untuk sementara ini, pembelajaran di sekolah kami masih melaksanakan online meski kelurahannya sudah berstatus zona hijau,” tandas M Hasan.
Namun apabila nanti diinstruksikan untuk pembelajaran tatap muka, sambung M Hasan, guru-guru SDN Mawar 4 telah siap.
Mengenai penetapan zona hijau di beberapa kelurahan yang memungkinkan sekolah dapat melanjutkan aktivitas pembelanjaran dengan sistem tatap muka, Kadisdik Kota Banjarmasin, Agus Daryanto, mengaku belum memberikan izin.
“Untuk saat ini kita masih dalam posisi tidak memperbolehkan pembelajaran tatap muka,” tandas Totok, sapaan akrabnya, Rabu (22/7) lalu.
Pasalnya, imbuh Totok, Banjarmasin secara keseluruhan belum sepenuhnya zona hijau. Selain itu, siswa-siswa sekolahnya tidak mesti berada di lingkungan tersebut. Bisa jadi siswa berasal dari zona merah.
“Sehingga kondisi ini sangat beresiko terjadi penularan Covid-19 di lingkungan sekolah,” jelasnya.
Totok tak menampik, pembelajaran online atau daring tidak efektif dibanding pembelajaran tatap muka. Karena banyak kendala dan dikeluhkan orangtua siswa.
Seperti diketahui, sedikitnya ada 8 kelurahan di Kota Banjarmasin yang statusnya kini menjadi zona hijau. Padahal sebelumnya, zona merah Covid-19.
Ke-8 kelurahan itu, Kertak Baru Ulu, Kertak Baru Ilir, Alalak Tengah, Belitung Utara, Kelayan Luar, Mawar, Pemurus Dalam dan Kuin Utara. (ham/foto: hamdiah)