PELAIHARI, banuapost.co.id– Benih jagung hibrida varietas JH37 dari Maros, akan diproduksi di Tanah Laut (Tala). Benih ini diberi label: “Katuju”.
Pemilihan label Katuju ini bertujuan agar benih disukai para petani dan menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kalimantan.
Hal tersebut disampaikan Bupati Tanah Laut, H Sukamta saat menyampaikan sambutan pada acara panen raya benih jagung hibrida varietas JH37 di Desa Banua Lawas, Kecamatan Takisung, Selasa (13/10).
Menurut Kamta, sapaan akrabnya, keuntungan petani jika menggunakan benih sendiri, angka produksi dapat mencapai 7 ton, dan jika dimaksimalkan bisa mencapai 12 ton.
“Unsur hara dan mikroba wilayah kita akan cocok. Sehingga proses pertumbuhannya akan menjadi lebih baik dan itu akan menguntungkan,” jelas Kamta.
Bahkan jika menggunakan benih ini, lanjut bupati, dapat diuntungkan sekitar Rp 20 ribu sampai Rp 25ribu daripada menggunakan benih produksi luar. Sehingga dapat menghemat pengeluaran.
Kamta berjanji memberi dukungan penuh ke PT Tunas Widji Inti Nayottama (PT TWINN) yang nantinya akan memproduksi benih di Tala yang bahan bakunya dari masyarakat.
“Dengan demikian, ini dapat membuat petani menjadi mandiri dan meningkatkan keuntungan lebih besar. Karena harga lebih murah, serta biaya yang dikeluarkan menjadi lebih sedikit,” imbuh Kamta.
Bupati berharap, dengan hadirnya varietas ini petani jadi lebih bersemangat. Sedang pemerintah, akan memberikan solusi agar pendapatan petani meningkat.
“Untuk permasalahan permodalan jangan bingung lagi. Karena bank di Tanah Laut sudah dapat mengakses masalah permodalan,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan penyerahan bantuan benih dan hibah alat perontok jagung yang diberikan kepada Kelompok Tani Usaha Bersama Desa Simpang Empat Sungai Baru, Kecamatan Jorong, Kelompok Tani Garuda Makmur Desa Tirta Jaya Kecamatan Bajuin, Kelompok Tani Suka Maju Kecamatan Bajuin, dan Kelompok Tani Ingin Maju Desa Gunung Makmur Kecamatan Takisung.
Turut hadir pada acara tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kalsel, Syamsiar Rahman, Kepala Balai Penelitian Tanaman Serelia Maros, M Azrai, Plh Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali dan Forkopimda Tala. (zkl/foto: ist)