BANJARMASIN, banuapost.co.id– Betul-betul kebangetan pria yang bernama Joni Arsetia (34) ini. Diduga gegara urusan bahtera perkawinan, rumah mertua dibakar.
Bahkan akibat kobaran api, tetengganya pun ikut menderita. Pasalnya, tempat berlindung dari hujan dan sengatan panas matahari tersebut, ikut luluhlantak.
Amuk api yang disulut karena kehilangan akal sehat ini, terjadi di kawasan Banyiur Luar RT 14 RW 01, Kelurahan Basirih, Banjarmasin Selatan, Sabtu (17/10).
Sementara dugaan Joni Arsetia sebagai pelaku pembakaran, diungkapkan sang istri, Lidya Agustina, ibu dari satu putra itu.
Menurut Lidya, dengan suaminya itu memang sedang dirundung masalah rumah tangga, dan sudah pisah ranjang. Sepekan silam, Joni ada menghubungi dan mengancam untuk bunuh diri kalua tidak mau dikumpuli.
“Sekitar seminggu yang lalu dia menelpon saya. Dia mengancam kalau tidak mau rujuk, anak saya tidak punya orangtua lagi,” ujar perempuan 34 tahun ini.
Kemudian, lanjut Lidya, pada Jumat (16/10) siang, Joni yang bekerja di Kalimantan Tengah, datang menemui. Lagi-lagi ajakan rujuk dikemukakan. Tapi keinginan itu, ditolak Lidya yang sudah mantap ingin sendiri.
Karena bujuk rayu mengajak rujuk tak mempan juga, Joni pun sepakat. Berlalu sebentar siang itu, rupanya Joni masih panasaran.
Diam-diam dini hari kisaran pukul 02:00 Wita, Joni datang lagi. Namun kedatanganya diketahui Lidya. Di pertemuan ini, lagi-lagi Joni kembali mengutarakan keinginannya untuk rujuk.
Tapi tetap ditolak Lidya. Ajakan ditolak, Joni pun naik pitam seraya pergi ke dapur mengambil kresek yang berisi baju serta minyak tanah.
“Minyak tanah itu disiramkan ke saya dan ruangan rumah,” jelas Lidya.
Keduanya sempat bergelut. Lidya mencoba menghalangi, tapi kalah kuat. Sadar akan bahaya dengan kekalapan Joni, Lidya membangunkan anak serta ibunya yang sedang lelap, dan memilih lari.
“Sehabis mengambil anak dan membangunkan ibu, saya langsung keluar rumah. Setelah itu api menyala,” cerita Lidya sambil menahan isak.
Akibat kejadian, tiga rumah di kawasan padat penduduk tersebut luluhlantak menyisakan onggok hitam. Beruntung tak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Rumah yang terbakar merupakan milik Ibramsyah, orangtua Lidya, tetangganya Rusdi dan Sugianoor.
Di lokasi kejadian, Nampak anggota kepolisian mencoba memintai keterangan sejumlah warga, termasuk Lidya. Mereka juga terlihat mengumpulkan dan membawa sejumlah barang bukti. (emy/foto: ist)