PARINGIN, banuapost.co.id– Banjir landa Desa Tanah Habang Kiri RT 3, Kecamatan Lampihong Kabupaten Balangan, akibat meluapnya Sungai Tabalong sejak Rabu (2/11). Genangan air menyebabkan 177 jiwa dari 40 KK terdampak.
Informasi yang dihimpun, akiibat curah hujan tinggi dalam dalam beberapa hari terakhir, juga menyebabkan desa yang berada sekitar 4 kilometer dari jalan raya, terendam dan berdampak pada aktivitas warga.
“Banjir ini sangat berpengaruh ke warga. Terlebih lagi saya sebagai penyadap karet. Kalau banjir begini ya terpaksa tinggal di rumah saja. Penghasilan pun cuma 3 hingga 4 Kg se hari, belum lagi dibagi sama pemiliknya,” ucap Risfah, warga setempat yang terdampak banjir.
Ditambahkan M Arsyad, relawan MRI-ACT Kabupaten Balangan, banjir yang menggenang di desa yang diapit Sungai Balangan dan Sungai Tabalong, masih memperlihatkan adanya kenaikan meski tidak begitu signifikan.
“Alhamdulillah, warga masih memilih bertahan di rumah karena air belum memasuki rumah. Meski demikian, warga diminta lebih waspada apabila terjadi hujan lebat yang dapat menyebabkan air terus meninggi,” tutur Arsyad.
Banjir diprediksi akan surut, jika tidak ada hujan dan tidak ada kiriman dari daerah tetangga. Tapi aktivitas warga masih belum normal.
Berdasarkan catatan dari MRI-ACT Kabupaten Balangan, sedikitnya ada 40 kepala keluarga (KK) dari 177 jiwa yang terdampak. Selain meninjau lokasi, tim juga mengevakuasi beberapa warga yang terdampak banjir. (yb/*/foto: ist)