JAKARTA, banuapost.co.id– Kedatangan 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 dalam bentuk jadi, Ahad (6/12) malam, wujud upaya pemerintah menyelamatkan rakyat dari korban terpapar virus mematikan tersebut. Rencananya, pelaksanaan vaksinasi tengah difinalisasi dan akan segera diumumkan Desember ini.
Seiring dengan pelaksanaan vaksinasi Covid-19, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate, Senin (7/12), perkenalkan lima juru bicara pemerintah.
“Juru bicara pemerintah yang pertama dari Kementerian Kesehatan RI, dr Siti Nadia Tarmizi yang juga merupakan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (Dirjen P2PML). Kedua, dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Lucia Rizka Andalusia, yang juga menjabat sebagai Direktur Registrasi Obat BPOM,” jelasnya.
Juru bicara ketiga, lanjut Jhonny, dari PT Bio Farma, Bambang Herianto, yang merupakan Corporate Secretary perusahaan holding farmasi BUMN tersebut.
“Ketiga nama tersebut berperan untuk membangun pemahaman yang tepat, terkait kebijakan dan isu serta membangun partisipasi publik untuk mensukseskan program vaksinasi dan penanganan Covid-19,” katanya.
Sementara juru bicara yang telah ditunjuk pemerintah sebelumnya, sambung Jhonny, Prof Wiku Adisasmito yang merupakan juru bicara penanganan Covid-19, akan menambah fokus pada aspek sains dari vaksin, serta dr Reisa Broto Asmoro, juru bicara dan duta perubahan perilaku akan fokus pada menerangkan perilaku hidup sehat yang berbasis pencegahan termasik vaksinasi.
“Kelima juru bicara ini akan saling melengkapi dalam upaya komunikasi publik dan sosialisasi agar informasi tentang perkembangan vaksin dan vaksinasi Covid-19 dapat tersampaikan ke masyarakat secara terpadu, cepat, dan merefleksikan dinamika yang terjadi di lapangan,” tuturnya
Komunikasi publik juga membutuhkan upaya proaktif dan pendekatan yang relevan dengan mempertimbangkan kejelasan arus informasi, perkembangan situasi dan zaman, serta teknologi, juga unsur lokalitas di setiap daerah.
“Hal ini penting agar seluruh lapisan masyarakat memiliki pemahaman yang tepat dalam setuap milestone vaksinasi Covid-19, baik dalam proses pra-vaksinasi, vaksinasi, maupun pasca vaksinasi,” tandasnya.
Program dan sosialisasi vaksinasi Covid-19 perlu dukungan dari semua pihak, demi memutus rantai penyebaran Covid-19 di Tanah Air.
Pemerintah juga memprioritaskan keselamatan rakyat Indonesia dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19, agar berjalan lancar dan tepat sasaran. Mulai dari infrastruktur distribusi, sarana, prasarana, sumber daya manusia, simulasi dan sosialisasi.
Diharapkan masyarakat turut mendukung vaksinasi Covid-19 dengan tetap melaksanakan protokol 3M (Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak).
“Karena vaksinasi disertai disiplin 3M dan penguatan 3T (Testing, Tracing, Treatment) adalah langkah penting, kesempatan dan perjuangan kita bersama untuk melindungi kesehatan, membangkitkan produktivitas, dan mengakhiri pandemi,” pungkasnya. (oie/foto: ist)