JAKARTA, banuapost.co.id– Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi cuaca ekstrim yang diperkirakan hingga April atau sampai selesainya musim hujan.
Sebab dari cuaca ekstrim inilah sering terjadi potensi bencana hidrometeorilogi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung.
“BMKG mengingatkan potensi bencana tersebut agar masyarakat mewaspadai tidak untuk panik,” kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, Ahad (31/1).
Masyarakat, lanjut Dwikorita, diminta agar terus memonitor perkembangan terbaru informasi peringatan dini terkait bencana. Misalnya, prakiraan cuaca ekstrim dan lokasinya.
Masyarakat diimbau untuk mengenali lingkungan dan potensi bencana di lingkungan tempat tinggalnya. Hal itu agar masyarakat bisa mempersiapkan diri terkait potensi bencana tersebut.
“Karena setiap peringatan dini itu, BMKG menyampaikan daerahnya dimana, potensi cuaca ekstrem di kecamatan mana saja mulai dari jam berapa dan apa. Itu manfaatnya agar kita bisa mengatur rencana, mengatur kegiatan kita. Cara untuk tidak panik seperti itu mengatur kegiatan kita,” ujarnya.
Begitupun untuk aktivitas penerbangan, BMKG juga mengingatkan karena akan ada pertumbuhan awan cumulonimbus di beberapa daerah dengan presentase 50-75 persen selama 7 hari ke depan.
Prediksi prakiraan pertumbuhan awan cumulonimbus terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Papua Barat, Papua.
Serta di perairan utara Aceh, perairan barat Sumatera Barat, Selat Karimata sebelah Utara Kepulauan Bangka, Samudra Hindia sebelah barat Lampung hingga Jawa Timur, Laut Jawa, Laut Sumbawa, Selat Makasar, Laut Flores, Laut Sulawesi, Laut Banda, Laut Seram, Laut Arafuru, Samudra Pasifik utara Papua Barat dan Papua. (yb/*/foyo: ist)