Berusia 492 tahun, Kota Banjarmasin seharusnya makin cantik dan berpengalaman. Namun kenyataannya, tidak seperti yang dibayangkan.
Sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan, dan juga sekarang merambah ke arah kota metropolitan serta sebagai kota transit baik yang ingin ke Kalteng, atau ke Kaltim, Banjarmasin kian sesak seiring dengan bertambahnya kendaraan bermotor.
Sementara jalan di Kota Banjarmasin, itu dan itu tak ada penambahan. Akibatnya, mulai timbul kemacetan di beberapa titik-titik padat penduduk di jam-jam tertentu, terutama pagi hari, jam makan siang dan pulang kantor.
Misal di Jl Brigjend H Hasan Basri atau kawasan Kayutangi, tepatnya di sekitaran Kampus ULM hingga STIE, kemacetan sudah menjadi pemandangan umum. Padat namun merayap.
Di kawasan ini, selain kampus ULM dan STIE, juga ada SMKN 4 dan SMKN 2. Maka akhirnya semua berbondong-bondong melewati kawasan ini.
Kondisi demikian, semakin diperparah dengan tidak sedikit orangtua yang menunggu anaknya keluar sekolah di pinggiran jalan tersebut, hingga badan jalan yang sudah sempit makin menyempit akibat parkiran kendaraan roda dua atau empat.
Selain volume mahasiswa/mahasiswi ULM yang juga begitu banyak keluar dan masuk di jam tersebut, menambah kepadatan jalan berkali lipat.
Belum lagi di kawasan Jl Brigjend H Hasan Basri tak hanya banyaknya sekolah, tapi juga beberapa perkantoran baik swasta maupun milik pemerintah.
Intensitas pemakaian kendaraan bermotor pun tidak kalah banyaknya. Karena itu, perlu dicarikan solusinya apabila keluar sekolah atau kampus dalam satu waktu.
Misalnya rambu balik arah di depan SMKN 4 dan juga depan Kantor Balai PU, sebaliknya ditutup. Pengguna kendaraan bermotor jika ingin balik arah masuk ke dalam kota, sebaiknya di Bundaran Kayutangi.
Begitu juga yang dari arah Jembatan Kayutangi apabila ingin putar balik, opsi pertama bisa di bundaran atau di depan Gedung Wanita atau di Jl S Parman, depan Gereja Eben Ezer.
Bagi orangtua ataupun keluarga yang mengantar dan menjemput anaknya di SMK Negeri 4 dan SMK Negeri 2, menunggu masuk di halaman sekolah atau di dalam lingkungan sekolah.
Bahkan kalau perlu, khusus untuk SMK Negeri 2 dan SMK Negeri 4, pulang sekolahnya sedikit dipercepat dari jadwal biasa untuk menghindari kepadatan jalan/kemacetan yang terjadi di depan sekolah tersebut. (m reza, mantan ketua bem fh ulm)