BANJARMASIN, banuapost.co.id– Kinerja Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Kalsel) masih tumbuh positif, meski keadaan ekonomi yang tidak menentu akibat pandemi Covid-19.
“Dari sisi aset, jika di 2019 lalu kami mampu membukukan Rp 13,95 triliun, kini naik menjadi Rp 14,85 triliun. Jika dipersentasekan ada kenaikan hingga 6,43 persen,” kata Plt Direktur Utama Bank Kalsel, IGK Prasetya, belum lama tadi.
Nilai tersebut, sambung Prasetya, lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan aset seluruh BPD se-Indonesia yang berada di BUKU II, yang hanya bertumbuh di 3,02 persen.
Khusus untuk Kantor Cabang Jakarta, aset tumbuh 4,06 persen, di mana posisi 2019 adalah Rp 2,03 triliun, naik Rp 82,48 miliar menjadi Rp 2,11 triliun pada akhir 2020.
Begitupun dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Kalsel pun, tumbuh 9,57 persen menjadi Rp 12,02 triliun di tahun lalu. Sedang untuk Kantor Cabang Jakarta, hingga akhir 2020 berhasil mencatatkan DPK sebesar Rp1,91 triliun, naik 37,5 persen.
Untuk kredit dan pembiayaan pada 2020, Bank Kalsel mencatatkan kenaikan menjadi Rp 11,19 triliun. Di mana pada 2019 lalu capaiannya sebesar Rp 10,45 triliun. Artinya ada kenaikan sebesar 7,13 persen.
“Dari pencapaian tersebut, kredit produktif yang meliputi kredit modal kerja dan kredit investasi pada Bank Kalsel menyumbang sekitar 46,22 persen,: jelas Prasetya.
Ini tentunya sudah sangat baik seiring dengan komitmen Bank Kalsel yang ingin menggeliatkan sektor ekonomi produktif di Banua, di mana pada 2020 membukukan Rp 5,17 triliun naik 3,82 persen dibandingkan 2019 sebesar Rp 4,98 triliun.
“Untuk kinerja kredit Kantor Cabang Jakarta, berhasil mencatatkan realisasi sebesar Rp 2,32 triliun di penghujung 2020, tumbuh 3,86 persen dari 2019. Pencapaian pertumbuhan ini dinilai cukup baik, apabila dibandingkan dengan pertumbuhan kredit nasional yang berada di angka minus 2,42 persen,” imbuh Prasetya.
Secara konsolidasi, pertumbuhan yang cukup signifikan pada kinerja Laba (setelah pajak) bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Nilai yang berhasil dibukukan Rp 196,50 miliar pada 2020, tumbuh 23,04 persen dibanding realisasi 2019 lalu yang hanya mencapai Rp 159,70 miliar.
Bank Kalsel berhasil mencatatkan NPL sebesar 3,64 persen, lebih baik jika dibandingkan dengan posisi 2019 sebesar 4,14 persen.
Secara umum, pencapaian indikator keuangan utama Bank Kalsel, berada di atas rata-rata peer group BPD BUKU II seluruh Indonesia. Ini mengindikasikan Bank Kalsel tetap mampu bertahan di kondisi pandemi Covid-19. Karena itu, Bank Kalsel optimis di 2021 akan mampu mencatatkan kinerja yang lebih baik dari tahun sebelumnya.
Strategi untuk mendorong pertumbuhan 2021, perbankan ini akan dilakukan dengan pengembangan IT dan SDM yang kemudian diturunkan lagi pada 3 (tiga) fokus strategi. Terdiri dari optimalisasi pendapatan untuk dapat mempertahankan rentabilitas dalam kondisi wajar, efisiensi biaya berdasarkan skala prioritas dan menjaga kualitas kredit (NPL).
“Dengan tiga fokus strategi tersebut, diharapkan Bank Kalsel mampu meningkatkan kinerja keuangannya untuk 2021, baik itu dalam hal pertumbuhan aset, pertumbuhan DPK, pertumbuhan kredit, maupun laba menjadi lebih baik dibanding tahun sebelumnya,” pungkasnya. (oie/foto: ist)