JAKARTA, banuapost.co.id– Jumlah kasus baru virus corona rekor lagi. Bertambah 21.095 warga terinfeksi yang didapat dari hasil pemeriksaan 135.634 spesimen sepanjang Sabtu (26/6). Tambahan tersebut menyebabkan Covid-19 Indonesia jadi 2.093.962 kasus. 194.776 pasien masih dirawat.
Dilansir dari laman covid19.go.id, hari ini kesembuhan bertambah 7.396 pasien. Sehingga totalnya menjadi 1.842.457 orang. Sementara yang meninggal dunia dilaporkan ada 358 pasien. Kumulasinyapun jadi 56.729 kasus.
Sedang cikal bakal terinfeksi alias suspek, pemerintah masih memantan terhadap 129.071 orang tersebar di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi. Dengan kondisi suspek sebanyak ini, dapat dipastikan kasus positif akan terus bertambah.
Sebelumnya, Jumat (25/6), tercatat total 2.072.867 kasus positif virus corona. 1.835.061 pasien di antaranya sembuh sembuh, dan 56.371 lainnya meninggal dunia.
Berikut sebaran 21.095 kasus baru yang dilaporkan 33 provinsi (Kalimantan Utara nihil), DKI Jakarta: 9.271, Jawa Barat: 3.787, Jawa Tengah: 2.305, Jawa Timur: 989, DI Yogyakarta: 782, Kalimantan Timur: 428, Kepulauan Riau: 408, Riau: 365 kasus.
Kemudian: Banten: 266, Sumatera Barat: 257, Bali: 246, Sumatera Utara: 220, Kalimantan Tengah: 174, Sumatera Selatan : 173, Lampung: 148, Papua Barat: 148, Kalimantan Barat: 129, Bangka Belitung: 126, Sulawesi Selatan: 126, Bengkulu: 109 kasus.
Disusul: Nusa Tenggara Timur: 106, Kalimantan Selatan: 89, Aceh: 81, Jambi: 68, Sulawesi Tenggara: 63, Maluku Utara: 58, Papua: 42, Gorontalo: 41, Maluku: 30, Sulawesi Tengah: 29, Sulawesi Utara: 23, Nusa Tenggara Barat: 6, Sulawesi Barat: 2 kasus.

Dengan terus jatuhnya korban akibat paparan Cocid-19 ini, masyarakat diminta berandil menekan penyebararanya dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, selalu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi.
Imbauan demikian tentunya bukan tanpa alasan. Pasalnya yang menjadi korban semakin banyak. Bahkan tak memandang status maupun usia. Ahli di bidang medis pun banyak yang jadi korban hingga meninggal dunia. (yb/ilust: ist)