JAKARTA, banuapost.co.id– 270.434 spesimen corona yang diperiksa sepanjang Selasa (27/7), didapat 45.203 warga terinfeksi. Akibat tambahan itu, Covid-19 di Indonesia totalnya jadi 3.239.936 kasus. 556.281 pasien di antaranya masih dirawat.
Melansir data laman covid19.go.id, hari ini penambahan kesembuhan tercatat sebanyak 47.128 pasien. Sehingga totalnya sejak awal pandemi maret tahun lalu jadi 2.596.820 orang.
Sementara khabar tidak menggembirakannya, di hari yang sama ini dilaporkan yang meninggal dunia tercatat ada 2.069 pasien. Kumulasinya jadi 86.835 kasus.
Sedang suspek atau diduga terkait Covid-19 yang juga menjadi cikal bakal kasus baru, pemerintah masih memantau terhadap 281.492 orang tersebar di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi.
Sebelumnya, Senin (26/7), tercatat ada penambahan 28.228 kasus positif virus corona. 40.374 pasien sembuh dan 1.487 lainnya meninggal dunia.
Berikut sebaran 45.203 kasus baru yang dilaporkan 34 provinsi: Jawa Barat: 8.589, Jawa Timur: 6.337, Jawa Tengah: 5.187, DKI Jakarta: 3.567, DI Yogyakarta: 2.732, Kalimantan Timur: 2.009, Banten: 1.610, Riau: 1.428, Nusa Tenggara Timur: 1.244 kasus.
Kemudian: Sumatera Selatan: 1.020, Sulawesi Selatan: 954, Sumatera Barat: 894, Bangka Belitung: 709, Kepulauan Riau: 656, Sulawesi Tengah: 620, Lampung: 581, Kalimantan Selatan: 517, Sulawesi Utara: 479, Kalimantan Utara: 457, Kalimantan Barat: 427kasus.
Sisusul: Papua: 351, Bengkulu: 264, Sulawesi Tenggara: 258, Kalimantan Tengah: 254, Aceh: 226, Jambi: 226, Nusa Tenggara Barat: 207, Papua Barat: 186, Sulawesi Barat: 146, Maluku Utara: 136, Maluku: 113, Gorontalo: 87 kasus.

Dengan terus jatuhnya korban akibat paparan Covid-19, masyarakat diminta berandil menekan penyebararanya dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, selalu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi.
Imbauan demikian tentunya bukan tanpa alasan. Pasalnya yang menjadi korban semakin banyak. Bahkan tak memandang status maupun usia. Ahli di bidang medis pun banyak yang jadi korban, hingga meninggal dunia. (yb/ilust: ist)