Keberadaan partai politik di negeri ini, masih jauh dari yang diharapkan. Demokrasi yang seharusnya menjadi kunci sukses keberadaan sebuah partai, terutama di hati rakyat, ternyata masih jauh dari yang diharapkan.
Lihat saja misalnya ketika partai mengadakan kongres. Proses politik dalam kongres berubah menjadi arena saling menjatuhkan. Ini karena kader-kader partainya masih belum bisa melepaskan diri dari tradisi emosional. Padahal elite partai adalah orang-orang pintar. Bukan preman.
Begitupun dengan banyaknya pengurus partai yang tidak terpilih, kemudian membuat partai tandingan sebagai tindak lanjut dari gagalnya mereka menduduki kursi kepengurusan.
Kondisi tersebut, tentu saja semakin memperlihatkan betapa partai politik telah gagal menghadirkan kehidupan yang demokratis di tengah rakyat.
Gagalnya partai politik membangun kehidupan yang demokratis, merupakan tindak lanjut dari gagalnya partai memberikan jaminan terciptanya kehidupan rakyat yang lebih baik selama ini.
Ini tak lepas dari ulah elite partai yang masih disibukkan dengan ambisinya untuk mengapai kekuasaan, baik di kepengurusan maupun di legislatif.
Sepantasnya, partai politik mencermati aspirasi rakyat dan mengambil keputusan yang nantinya benar-benar bermanfaat dalam kehidupan rakyat.
Sebab, rakyat sangat menaruh harapan yang cukup tinggi terhadap kehadiran partai politik, terutama sekali setelah sebuah partai melakukan pembaruan atau perubahan kepengurusan.
Tingginya harapan rakyat tersebut, tentu saja bertujuan sebagai wahana untuk mengartikulasikan kepentingan rakyat. Karena partailah yang dapat menyalurkan aspirasi mereka untuk melakukan perubahan-perubahan ke arah kehidupan yang lebih baik.
Karena itu ke depannya, partai politik semoga saja dapat memberikan harapan baru. Bagi partai politik baru, kiranya dapat memberikan kontribusi yang berarti buat rakyat. Sebaliknya bagi partai lama, harus mengevaluasi kinerjanya yang terdahulu.
Salah satu bahan evaluasi yang penting dalam konteks ini, sejauh mana elite partai politik mampu melakukan kontak atau komunikasi politik dengan rakyat. Karena yang paling penting, semua elite partai harus benar-benar hadir di tengah, di mana pun rakyat berada.
Terutama sekali ketika rakyat mengalami kesulitan dan kesusahan. Oleh sebab itu, kini lah saatnya elite partai politik membawa makna perubahan dalam fungsi dan perannya untuk masyarakat. Semoga…! (yebe/aktivis media)