JAKARTA, banuapost.co.id– Kasus positif terpapar virus corona di Indonesia bertambah 460. Dengan demikian per Senin (25/10), total Covid-19 tercatat menjadi 4.240.479 orang. 13.554 di antaranya masih dirawat.
Dilansir dari laman covid19.go.id, di hari yang sama ini kesembuhan sebanyak 1.236 orang. Sehingga total sejak pandemi awal Maret ahun lalu jadi 4.083.690 orang.
Sementara jumlah yang meninggal dunia, kembali bertambah 30 orang. Sehingga kumulasinya menjadi 143.235 kasus. Sedang suspek, pemerintah masih memantau terhadap 3.736 orang di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi.
Sebelumnya, Ahad (24/10), tercatat total 4.240.019 kasus positif virus corona. Sembuh 4.082.454 orang dan meninggal 143.205 kasus.
Berikut sebaran 460 kasus baru yang dilaporkan 31 provinsi (Bengkulu, Sulawesi Barat dan Papua Barat nihil), DKI Jakarta: 82, Jawa Barat: 68, Jawa Tengah: 44, Jawa Timur: 35, Kalimantan Utara: 26 kasus.
Kemudian, Sulawesi Selatan: 18, Sumatera Barat: 17, Riau: 16, Sulawesi Tengah: 15, Sumatera Utara: 14, Bali: 14, DI Yogyakarta: 13, Banten: 13, Kalimantan Timur: 13, Kalimantan Barat: 11, Nusa Tenggara Timur: 10 kasus.
Disusul, Bangka Belitung: 7, Papua: 7, Aceh: 6, Sumatera Selatan: 6, Gorontalo: 6, Nusa Tenggara Barat: 4, Kalimantan Tengah: 3, Lampung: 2, Kepulauan Riau: 2, Kalimantan Selatan: 2, Maluku Utara: 2, Jambi, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara dan Maluku masing-masing: 1 kasus.
Masih jatuhnya korban akibat terpapar virus corona, pemerintah mengimbau agar selalu menerapkan 3M dalam ke seharian. Yakni Menjaga jarak dan hindari kerumunan. Karena di antara kita bisa jadi ada yang terinfeksi Covid-19, namun merupakan orang yang tidak menunjukkan gejala.

Mencuci tangan pakai sabun dengan rutin, terutama sesudah menyentuh permukaan benda dan sebelum menyentuh bagian mata, hidung dan mulut. Sabun dapat membunuh virus penyebab Covid-19.
Selain 3M, dukung juga upaya pemerintah untuk melakukan 3T (testing, tracing, treatment), serta siap divaksinasi.
Keikutsertaan dengan imbauan ini, setidaknya Anda berandil ikut menekan laju penyebaran virus mematikan tersebut. Ini mengingat korban yang terpapar, tak memandang status maupun usia. Termasuk tokoh agama dan ahli di bidang medis pun, sampai meninggal dunia. (yb/ilust: ist)