PELAIHARI, banuapost.co.id– Lima anak funk yang tengah mengawang-awang jadi ‘sultan’ akibat ngelem, diamankan anggota BNN Kabupaten Tanah Laut di eks RTH Pelaihari, Senin (14/2). Petugas juga menemukan obat generik dan satu botol alkohol 90 persen.
Petugas mengamankan kelimanya setelah mendapat laporan warga yang merasa terganggu dengan keberadaan mereka. Ke-5-nya kemudian digiring ke Kantor BNN Tala, sebelum kemudian diserahkan ke Satpol PP dan Damkar setempat.
Menurut Kasatpol PP dan Damkar Tala, M Kusri, mereka yang diamankan yakni MAR, RY, dan HF, ketiganya warga Kecamatan Pelaihari. Sementara MF serta MI, berasal dari Banjarmasin.
“Dua anak funk asal Banjarmasin akan dipulangkan ke Banjarmasin dengan perjanjian tidak kembali lagi keluyuran di Pelaihari dan sekitarnya,” jelas Kusri.
Sedang tiga lainnya asal Pelaihari, lanjut Kusri, diminta orang tuanya untuk menjemput dan bertanggungjawab menjaga anak tersebut agar tidak mengulangi perbuatannya.
MI salah satu anak funk yang tinggal di kawasan Kuin, Banjarmasin Utara, mengaku tidak akan kembali ke jalan dan bertekad mencari kerjaan lagi.
“Saya akan berusaha mendapatkan pekerjaan lagi, dan tidak akan kejalan,” kata MI.
Keberadaan anak funk sering meresahkan karena biasanya mereka ngamen dengan cara memaksa warga yang sedang santai di taman atau tempat-tempat rekreasi. (zkl/foto: zul yunus)