AMUNTAI, banuapost.co.id– Banjir di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), membuat warga kerepotan, sampai saat ini sudah tiga bulan pemukiman mereka terendam, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Hal ini dikeluhkan Siti, warga RT 1 RW 1 Babirik Hilir, Babirik yang rumahnya sepanjang tiga bulan ini terendam banjir. Padahal sebelumnya bulan Maret air sudah surut.
Menurut Siti, hujan deras masih mengguyur Kabupaten Tabalong, akibatnya pemukiman di bantaran Sungai Amandit ikut terdampak banjir kiriman dari kawasan Halong dan Beberapa Kecamatan di Tabalong.
“Bingung, rumah kami sudah tiga bulan terendam, sehingga kami kesulitan beraktivitas,” kata Siti mengungkapkan keluhannya melalui pesan di whatsapp.
“Bulan Maret ini biasanya air sudah surut, sementara saat ini memasuki bulan April air masih menggenangi pemukiman di Babirik,” terang Siti.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah HSU mengatakan, banjir yang terjadi di HSU membuat 204 desa terdampak dengan rumah terendam 21.533 yang dihuni sekitar 77.149 jiwa.
“Data (warga terdampak) terus bertambah, karena banjir mulai merambah daerah bawah, seperti Babirik, Amuntai Selatan, Sungai Pandan, dan Haur Gading,” kata Hasan Pejabat BPBD Kabupaten Hulu Sungai Utara Amuntai, beberapa waktu lalu kepada awak media.
Banjir juga berdampak pada 175 fasilitas pendidikan, 109 fasilitas umum, 97 fasilitas milik pemerintah daerah, dan 11 fasilitas kesehatan. (zkl/foto: ist)