PELAIHARI, Banuapost.co.id- Pj Bupati Tanah Laut (Tala), H Syamsir Rahman, membuka kegiatan Asesmen Eradikasi Frambusia, Kamis (10/10) di Aula Dinas Kesehatan setempat.
Dalam pidatonya, Syamsir Rahman menyampaikan pentingnya upaya penanggulangan frambusia, penyakit kulit menular yang disebabkan bakteri Treponema Pertenue. Penyakit ini, yang sering menyerang anak-anak di bawah usia 15 tahun, dapat menyebabkan cacat fisik dan dampak sosial yang memengaruhi kualitas hidup penderitanya.
“Frambusia sangat menular, terutama pada fase awalnya, sehingga penanganan yang cepat dan tepat menjadi krusial untuk mencegah penyebarannya di masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran tenaga kesehatan, terutama para petugas surveilans yang telah melakukan pemantauan dan pemeriksaan intensif secara berkala. Selama enam bulan terakhir, tidak ditemukan kasus frambusia di Kabupaten Tala, yang menunjukkan keberhasilan upaya tersebut.
“Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, Tala telah dinyatakan sebagai daerah non-endemis frambusia, berkat upaya preventif yang konsisten. Melalui kegiatan assessment ini, kita berusaha membuktikan bahwa Kabupaten Tala layak mendapatkan sertifikat sebagai daerah bebas frambusia,” jelasnya.
Dalam kesempatan ini, Syamsir Rahman juga menekankan. pencegahan dan penanggulangan frambusia akan tetap menjadi prioritas di masa mendatang, demi melindungi kesehatan masyarakat.
“Upaya penguatan surveilans frambusia di seluruh wilayah, penemuan suspek kasus secara aktif, dan pelaksanaan pemeriksaan pada kasus-kasus yang dicurigai akan terus dilakukan,” tandasnya.
Syamsir Rahman juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam keberhasilan program ini, mulai dari tenaga kesehatan, aparat desa, hingga masyarakat yang mendukung upaya pencegahan frambusia.
“Kerja sama yang solid ini akan menjadi fondasi kuat bagi kesuksesan kita bersama,” tutupnya.
Dengan asesmen tersebut, Pj Bupati Tala berharap agar Kabupaten Tala diakui sebagai daerah bebas frambusia, menuju masyarakat yang sehat dan sejahtera. (ril/foto: prokopim)