PELAIHARI, Banuapost.co.id– Gelombang pasang yang menerjang kawasan pemukiman di Desa Muara Kintap, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Senin (9/12) memaksa 50 jiwa mengungsi ke rumah kerabat. Tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Datangnya gelombang tinggi tersebut sempat membuat panik warga yang berada di kawasan RT 5 Seberang Bugis, Desa Muara Kintap, Kecamatan Kintap. Mereka tidak menyangka pasang air laut yang tidak begitu dalam itu tiba-tiba berombak besar.
Deburan ombak besar itu datang saat Magrib, melihat kondisi yang dapat membahayakan warga yang bermukim di muara sungai, aparat desa meminta warga mengosongkan 11 rumah yang bagian belakangnya berhadapan langsung dengan laut.
Selain penghuninya diungsikan, beberapa perabot rumah juga ikut dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
Sugeng warga RT 11 yang ikut memberikan pertolongan mengatakan, datangnya ombak besar tersebut benar-benar diluar dugaan warga yang bermukim di kawasan RT 5, karena saat ini air laut masih pasang biasa.
“Biasanya saat ini ketinggian air laut yang menggenangi jalan lingkungan hanya sekitar 10 senti meter, namun akibat dorongan ombak besar tingginya mencapai 50 sentimeter,” kata Sugeng melalui sambungan telepon.
Sugeng masih belum tahu kondisi rumah warga yang diterjang gelombang tersebut, namun informasinya ada rumah yang jebol bagian dapurnya akibat ombak.
“Untuk kondisi rumah kami belum tahu, apakah ada yang rusak, kami belum berani menceknya, ombak masih besar,” jelas Sugeng.
Sampai pukul 22.00 Wita, gelombang besar masih menerjang kawasan RT 5 Seberang Bugis Desa Muara Kintap, namun air laut sudah terlihat berangsur surut.
Desa Muara Kintap merupakan desa di pesisir Kecamatan Kintap yang berjarak sekitar 65 kilometer dari Kota Pelaihari, Ibukota Kabupaten Tanah Laut. (Zkl/foto: ist)