BANJARMASIN– Kedatangan Obor Asian Games 2018 ke Kalimantan Selatan yang semula rencananya diterima Gubernur Sahbirin Noor di Gedung Mahligai Pancasila, berubah.
Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel, rupanya tak mau menyia-nyiakan moment bersejarah ini bagi pribadi maupun provinsi yang dipimpinnya.
Selain karena hanya orang-orang tertentu, terutama atlet yang membawa obor tersebut, juga karena Kalsel sebagai satu-satunya provinsi di Pulau Kalimantan yang dikunjungi api abadi Asian Games perdana 1951 di Stadion Nasional Dhyan Chand, New Delhi.
Setelah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Zakly Aswan, yang menerima estafet obor di Dermaga Pasar Terapung dan mengaraknya menyeberangi Sungai Martapura hingga Siring Tugu Nol Kilometer, giliran Paman Birin menyambutnya.
Sebagai pelari terakhir atau yang ke-20, Paman Birin membawa lari obor perhelatan olahraga terbesar di Asia ini, dari Tugu Nol Kilometer hingga Gedung Mahligai Pancasila. Api obor ini, kemudian disulutkan ke tungku di depan Gedung Mahligai Pancasila.
Untuk keikutsertaannya mengarak obor Asian Games ini, Paman Birin pun diganjar dengan medali bersama 19 orang lainnya.
“Ini sebuah kebanggaan bagi saya. Pengalaman luar biasa,” kata Paman Birin yang juga seorang atlet karate ini.
Menurut Paman Birin, pemerintahan yang dipimpinnya mendukung penuh perhelatan yang digelar di dua provinsi, Jakarta dan Sumatera Selatan ini.
Ia juga mengimbau warga Kalsel untuk ikut mendukung suksesnya Asian Games ke-18 ini.
“Karena kita berada di luar dua daerah itu, cara mendukungnya dengan menjaga keamanan dan ketertiban di Kalsel. Karena, gangguan yang terjadi di satu daerah, bisa berdampak kepada daerah lainnya,” kata Paman Birin. (emy/foto: infuz)