BARABAI– Entah dedemit atau setan mana yang memberi pituah kepada Botak (55) –bukan nama sebenarnya–, warga Kabupaten HST ini. Pastinya akibat keseringan ‘menaiki’, ponakannya sendiri jadi berbadan dua alias hamil.
Uniknya lagi selama ‘naik’ gratis ini dilakukan, sang istri, Himpal (39) –bukan nama sebenarnya– mengamini saja karena percaya dengan dalih sang suami kalau ritual demikian pesugihan atau kekayaan cepat datang.
Awal perbuatan tak senonoh itu dilakukan di sebuah pondokan di tengah sawah di Desa Setiap, Kecamatan Pandawan, HST. Meski dilakukan berulang-ulang, ternyata kekayaan tak juga kunjung datang.
Sementara perut sang ponakan, Melati (15) –bukan nama sebenarnya—kian hari semakin membuncit.
Mulanya ABG ini tak ingin memberitahukan ikhwal kelainan dengan perutnya itu. Namun karena orangtuanya bersikeras, akhirnya diketahuilah penyebabnya sang paman yang nanam andil.
Tak terima anaknya dibikin berbadan dua, orangtua Melati pun melaporkan kasusnya ke Polres HST.
Suami istri, Botak dan Himpal, yang digelandang ke kantor polisi, dalam pemeriksaan mengakui merundungi keponakannya itu sebagai salah satu ritual untuk mendatangkan kekayaan.
Dalam jumpa wartawan di Mapolres HST, Kamis (26/7) siang, Kapolres AKBP Sabana Atmojo, membenarkan penyidiknya tengah menangani kasus perundungan itu dengan mengamankan pasangan suami istri tersebut. (ami/dny/foto: koranbanjar)