TANJUNG– Gagal dalam kontestasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tabalong 2018, rupanya tidak membuat Hj Noor Faridah Marlan patah arang. Ia justru kembali ikut bertarung dalam pemilihan anggota legeslatif (pileg) 2019 mendatang.
Keikutsertaannya dalam pesta demokrasi 5 tahunan itu, karena visi dan misi yang diusung pada pilbup 2018 lalu, bagus untuk masyarakat Kabupaten Tabalong.
“Tidak ada salahnya kita ikut berlaga di pileg 2019 nanti agar visi misi yang telah ada dapat diterapkan di masyarakat Tabalong,” tandas kader Partai Gerindra ini.
Sesuai dangan domisilinya, Hj Noor Faridah akan bertarung di dapil selatan yang meliputi Kecamatan Muara Harus, Kelua, Banua Lawas dan Kecamatan Pugaan.
Meski berpeluang untuk bertarung pada pileg provinsi, namun Hj Ida, panggilan akrab istri H Marlan ini, lebih memilih untuk berkompetensi di kampung halamannya, Kabupaten Tabalong.
“Untuk saat ini saya ingin berbuat sesuatu yang dapat mensejahterakan masyarakat Tabalong dulu,” ujarnya.
Terpisah, Ketua DPC Gerindra Tabalong, Mustafa, ketika dikonfirmasi terkait turut berlaganya Hj Noor Faridah Marlan dalam pileg 2019 nanti, membenarkan hal tersebut.
“Iya. Memang benar Ibu Hj Ida turut menjadi kandidat dalam pileg 2019 dengan daerah pemilihan meliputi empat kecamatan, yaitu Kecamatan Muara Harus, Kelua, Banua Lawas dan Kecamatan Pugaan,” jelasnya.
Menurut Mustafa, Hj Noor Faridah memang sudah menjadi kader Gerindra sejak dirinya mencalonkan diri sebagai calon wakil bupati yang berpasangan dengan H Mukhlis, 2014 lalu.
“Sejak 2014 lalu hingga sekarang, beliau sudah menjadi kader Gerindra,” ujarnya.
Mustafa berharap, dengan turut berlaganya Hj Noor Faridah dalam pileg 2019 nanti, dapat menambah perolehan kursi Gerindra di DPRD Tabalong. (aye/foto: hery)