BANJARBARU– Ternyata tidak mudah menumbuhkan tanaman pertanian di lahan bekas tambang, galian tanah uruk, di Kawasan Perkantoran Setdaprov Kalsel. Terlebih lagi lahannya dipenuhi semak belukar dan bebatuan.
Namun berkat kerja keras, ikhlas serta semangat gotong royong, lahan mampu disulap menjadi kampung pertanian terpadu yang subur dan produktif.
“Awalnya dari pembukaan lahan sekitar lebih kurang 2 bulan yang lalu, banyak bebatuan yang harus kami pisahkan, kemudian di traktor, diberi berbagai macam pupuk ekstra banyak. Kalau lahan pertanian biasa perlu 1 pupuk, kalau di lahan ini perlu 4 pupuk,” jelas Kepala Bidang Hortikultura, Ellena, akhir pekan tadi di Kampung Pertanian Terpadu (KPT) Banjarbaru.
Dengan kerja keras, ikhlas dan gotong royong, lanjut Ellena, terbukti lahan menjadi produktif. Banyak tanaman hortikultura yang tumbuh subur dan berbuah, seperti semangka, labu, melon, kacang dan yang lainnya.
Diakui Ellena, semua pihak telah bergerak untuk ikut turut menyukseskan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2018, termasuk keterlibatan kelompok tani.
“Kita juga melibatkan kelompok tani sebanyak 15 orang. Mereka secara bergiliran membantu kami dari menanam, menyiram, dan memupuk tanaman,” ucapnya.
Sedikitnya ada 24 jenis varietas tanaman hortikultura yang ditanam di lahan bekas tambang yang sekarang berubah menjadi kampung pertanian terpadu.
Rencananya, kampung pertanian terpadu ini tidak hanya ada saat pelaksanaan HPS 2018. Tetapi berlanjut sebagai contoh pemanfaatan gelar teknologi pertanian dan wahana edukasi bagi masyarakat.(syh/foto: hum)