Desa Jejangkit Muara kini mendunia. Puluhan duta besar negara sahabat, termasuk Presiden Joko Widodo, medio Oktober ini, akan datang ke lokasi peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 2018 di wilayah Kabupaten Barito Kuala (Batola) yang dulunya hanya berupa lahan tidur.
Ditetapkan pemerintah pusat sebagai tempat pelaksanaan, sekaligus digadang-gadang sebagai lumbung padi untuk menjaga ketahanan pangan nasional, Pemprov Kalsel dengan sang Gubernur, H Sahbirin Noor, sadar betul akan tanggungjawab itu.
Sejak ditetapkan beberapa bulan lalu sebagai lokasi pelaksanaan puncak HPS, Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel, nyaris menghabiskan waktunya siang dan malam di lokasi tersebut demi sukses gawi besar yang tentunya menjadi pertaruhan nama Provinsi Kalimantan Selatan dan rakyatnya.
Desa Jejangkit pun kini jadi berbeda. Bahkan pada peringatan HUT ke-73 RI 2018 lalu, detik-detik proklamasi juga digelar di desa ini selain di Halaman Kantor Setdaprov Kalsel yang dipimpin Wakil Gubernur Kalsel, H Rudy Resnawan.
Di Desa Jejangkit Muara bertindak sebagai inspektur upacara Ir Syamsir Rahman, yang pada waktu menjabat sebagai Asisten Administrasi Umum Sekdaprov Kalsel dengan para pesertanya para petani.
Ditemui di ruang kerjanya yang saat ini menjabat sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Prov Kalsel, Syamsir Rahman bercerita terkait peringatan upacara di lokasi HPS bersama para petani.
Peringatan upacara ini merupakan inisiasi dari dirinya agar para petani dan masyarakat setempat juga dapat merasakan khitmad dari peringatan HUT Kemerdekaan RI yang diperingati setiap tahun, sekaligus mengenang para arwah pahlawan.
“Saya sangat terharu melihat antusias para petani yang baru kali ini dapat merasakan peringatan HUT Kemerdekaan RI,” ujarnya.
Melalui peringatan itu pula, lanjut Syamsir, para petani selain dapat menjadi pemimpin upacara, juga bisa memaknai makna Pancasila, dan UU 1945.
“Di lokasi yang bakal menjadi perhatian dunia itu, juga digelar berbagai lomba untuk memeriahkan peringatan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia,” jelasnya.
Sementara gubernur yang saat itu berada di Makkah karena sedang melaksanakan Ibadah Haji, mengaku senang dan bangga mengetahui bahwa ada upacara peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI di lokasi yang jauh dari perkampungan penduduk tersebut.
“Ya gubernur yang saat itu berada di Makkah, mengaku sangat senang dan bangga” tambahnya.(rny/end/foto: hum)