BANJARMASIN– Ricuh laga pekan ke-24 Liga Satu antara Barito Putera vs PSMS Medan di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Minggu (7/10) malam, lebih pada akibat wasit yang memimpin pertandingan.
Kericuhan tak lama setelah wasit meniup peluit panjang berakhirnya laga, menurut Ketua Panitia Pertandingan, Djumadri Masrun, karena jauhnya sikap-sikap profesional yang ditunjukkan sang pengadil di lapangan hijau tersebut.
“Banyak keputusan wasit yang sama sekali jauh dari sikap-sikap profesional sebagai seorang pengadil di lapangan hijau,” tandas Wakil Ketua DPW PAN Kalsel ini kepada banuapost.co.id, Senin (8/10) siang.
Seorang wasit, sambung calon legislatif (caleg) PAN untuk DPRD Kalsel ini, harus memimpin pertandingan secara adil. Tidak berat sebelah hingga menimbulkan kekecewaan bagi salah satu pihak.
“Apa yang terjadi dalam pertandingan antara Barito dan PSMS Medan hingga di akhir pertandingan muncul kerincuhan akibat wasit berandil memicu emosi pemain,” jelas caleg nomor urut 4 di dapil 7 (Banjarbaru dan Tala) ini.
Padahal, sambung Djumadri, filosofi dalam sebuah kompetisi olahraga, termasuk sepakbola adalah sportivitas atau yang umum sering digelorakan dengan sebutan fair play.
“Karena itu selama fair play yang digelorakan dalam event dunia ini tidak dijaga oleh sang pengadil alias wasit ketika memimpin pertandingan, dimana pun kompetisi sangat rentan dengan munculnya kericuhan,” tegasnya, seraya menambahan, kericuhan bisa akibat fanatisme pendukung, dan bisa juga dari pemain bolanya.
Seperti dilansir sebelumnya, pelatih PSMS Medan, Peter Butler yang masuk ke lapangan usai pluit panjang ditiup wasit, dikerubungi sejumlah orang. Bahkan pria asal Inggris ini mengaku sempat mendapat pukulan sebelum akhirnya diamankan petugas dan digiring ke luar lapangan.
Sementara Asisten Pelatih Barito Putera, Yunan Helmi, dalam sesi jumpa awak media setelah pertandingan, enggan mengomentari peristiwa tersebut, termasuk kepemimpinan wasit Nendi Rohaendi.
“Teman-teman melihat sendiri bagaimana di lapangan tadi. Tapi saya menyayangkan hal tersebut terjadi,” kata Yunan. (yb/foto: iman)