Mulai lunturnya nilai-nilai kebangsaan ditandai adanya beberapa daerah di wilayah NKRI yang hendak lepas dari Iinduknya, seperti Organisasi Papua Merdeka (OPM), maupun RMS (Repulblik Maluku Selatan ) di Ambon.
Faktor lain tak kalah menakutkan pada generasi saat ini hingga menjadi momok yang sangat memprihatinkan, masalah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.
Kondisi demikian semakin bertambah parah akibat perkembangan informasi yang begitu transparan. Sehingga mengakibatkan sejumlah tayangan-tayangan, seperti sinetron dan film, justru berakibat negatif terhadap moral para genarasi muda. Tentunya sudah pasti akan melunturkan nilai-nilai rasa kebangsaan.
Kemudian timbul tanya, apakah betul ini suatu tanda memang nilai kejuangan bangsa sudah mulai memudar?
Saat bangsa Belanda menjajah Indonesia selama kurang lebih 350 tahun lamanya, maka pada saat itu pula seluruh anak bangsa mulai dari ujung timur hingga ujung barat nusantara menyingsingkan lengan baju untuk mengusirnya dari bumi pertiwi, Indonesia Raya.
Bangsa yang bersatu padu mengusir para penjajah tersebut, sudah tentu telah menimbulkan korban yang tidak sedikit. Itu adalah sebagai resiko yang harus dibayar, sekalipun nyawa sebagai taruhan.
Demikian mungkin gambaran apa yang dialami para pendahulu pada zaman dahulu kala. Ketika zaman sudah berganti, pelan tapi pasti nilai-nilai kebangsaan perlahan mulai memudar pula.
Memang suatu keniscayaan, ketika generasi muda lebih suka dengan tayangan yang tidak mendidik. Mereka lebih suka tayangan-tayangan film horor ketimbang bangga dengan prestasi siswa-siswa Indonesia yang meraih prestasi puncak/terbaik dengan medali emas dan perak pada olimpiade sains dan lomba penelitian ilmiah. Dan prestasi atlet di bidang olahraga lainnya.
Bagian lain yang memprihatinkan tentang nilai kebangsaan yang semikin memudar ketika upacara hari nasional. Padahal kata orang bijak: “bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya”.
Artinya nilai kebangsaan yang telah dirintis para pendahulu, hendaknya jangan diabaikan. Sebaliknya harus tetap dipelihara sampai kapanpun juga.
Dengan demikian, generasi muda saat ini hendaklah diberikan contoh-contoh, kesempatan untuk menjadi lebih maju hingga ia berhasil.
Walaupun terdapat suatu perbedaan yang merupakan suatu keniscayaan yang tidak dapat dihindarkan, namun tidak ada kata terlambat dari pada tidak sama sekali. Selamat Hari Pahlawan 10 November 2018. (yebe/aktivis media)