PELAIHARI– Bupati Tanah Laut, H Sukamta, ingin di kabupatennya memiliki ikon wisata perkampungan pelangi, seperti di Kota Semarang yang terkenal hingga kancah internasional.
Keinginan itu dikemukakan bupati pada acara Peresmian Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di RT 13 Jl Niaga Baru, Kelurahan Angsau, Pelaihari, Selasa (18/12).
Ke depan menurut bupati, perkampungan yang ada di RT 13 Jl Niaga Baru, Angsau, jadi kampung pelangi dengan tembok-tembok, atap rumah, jembatan hingga median jalannya dicat warna-warni.
“Karena itu untuk mewujudkan ini, saya ingin mengumpulkan para pelukis ataupun para siswa dan mahasiswa untuk melukis berbagai macam karakter pada tembok-tembok rumah, agar tampilan kampung pelangi tersebut lebih menarik,” jelasnya.
Kebetulan lagi, sambung Sukamta, daerah RT 13 Jl Niaga Baru, Angsau, baru saja diresmikan sebagai kawasan Program Kotaku. Sehingga selain mengatasai kekumuhannya, Pemkab Tala ingin menjadikannya daerah yang selalu ingin dikunjungi.
“Menjadi daerah wisata kekinian bagi para pengunjung dari dalam daerah maupun luar daerah yang ingin berselfie ria maupun berswapoto,” beber bupati.
Sukamta juga menilai, kampung pelangi ini nantinya menjadi “transit” wisata bagi para wisatawan luar daerah yang ingin mengunjungi wisata di daerah Pantai Takisung dan Pantai Batakan.
“Nanti biar para wisatawan yang ingin berkunjung ke Pantai Takisung dan Pantai Batakan mampir ke kampung pelangi terlebih dahulu,” tandasnya.
Bahkan bukan cuma nilai wisata yang ada pada kampung pelangi, tapi dengan adanya kampung pelangi nanti juga akan dapat membangun ekonomi kerakyatan. Karena setiap wisatawan yang dating, pasti akan berbelanja. Sehingga secara otomatis dapat menjalankan roda ekonomi warga sekitar.
Untuk itu, Bupati Sukamta mengharapkan kepada pihak yang terkait dapat membantunya mewujudkan cita-citanya, yaitu membuat kampung pelangi. (zkl/foto: hum)