S
Dicanangkannya zona
integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bebas
Melayani (WBBM), entah itu di markas
polisi maupun kejaksaan, harapannya tentu untuk
mengembalikan wibawa dan citra lembaga tersebut.
Namun bukanlah perkara mudah. Persoalannya karena masih
begitu banyak aparat hukum yang ‘kecanduan’ tidak sadar hukum.
Sehingga wajar kalau masyarakat pun juga
apatis terhadap kesadaran hukum.
Sehingga dampaknya,
tingkat
kepercayaan terhadap penegak hukum dan proses hukum, juga semakin rendah. Kalau dicermati, masyarakat cenderung
menghindari proses peradilan ketika tersangkut dengan masalah hukum. Sebaliknya
yang terjadi, mereka main hakim sendiri.
Oleh sebab itu rendahnya jumlah kasus hukum
bukan karena penegakan hukum yang telah memadai. Akan tetapi lebih karena masyarakat enggan berurusan dalam hukum.
Rasa pesimis di masyarakat, perlu diantisipasi dengan
cara menggalakkan program-program peningkatan
sadar hukum. Penegak hukum harus mengadakan
pendekatan dua arah supaya masyarakat tidak merasa dirinya sebagai obyek hukum.
Begitupun dengan penegak
hukum, juga harus sadar terhadap
aturan hukum. Tidak menjadikan masyarakat menjadi obyek hukum untuk kepentingan
pribadi.
Keadilan dan hukum harus diberikan teladan ke
masyarakat. Jangan sampai ada pejabat yang kebal hukum, sementara masyarakat yang
belum tentu salah bisa diadili karena masalah sepele.
Ujung tombak penegakan hukum di negeri ini,
seharusnya menjadi tauladan. Bukan sebaliknya. Oleh karena itu, baik kepolisian,
kejaksaan dan hakim,
harus
mengembalikan citranya sebagai lembaga terdepan dalam penegakan hukum.
Semua
penghuni negeri ini sangat berharap, tahun-tahun
ke depan untuk
mengembalikan citra penegak hukum, entah
itu kepolisian dan
kejaksaan maupun hakim, sebagai pelayan dan
pelindung masyarakat.
Kepolisian,
kejaksaan dan kehakiman, perlu mawas diri guna
memperbaiki citra ke depan
dalam upaya peneggakan hukum, terutama pemberantasan korupsi sebagaimana agenda pemerintah dalam
menjalankan reformasi di segala bidang. Selamat berbenah. (yebe/aktivis
media)
