Masya
Allah. Kalimat suci pujian atas ke besaran Allah itu, spontan terucapkan di nurani saat menyaksikan
kebersamaan masyarakat mempersiapkan peringatan Haul KH Muhammad Zaini bin
Abdul Ghani atau akrab disapa Abah Guru Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar.
Tidak dapat dipungkiri, masyarakat Kalsel sejak tempo
dulu hingga sekarang dikenal memiliki kepekaan dan kesantunan sosial yang
tinggi.
Di gelaran keagamaan ini, menjadi bukti masih terawatnya
nilai-nilai gotong royong di kalangan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Semua itu berkat warisan ilmu dan keteladanan para tuan
guru serta umara yang turun temurun
merawat budaya mulia masyarakat di
provinsi berpenduduk 4,1 juta jiwa ini.
Suasana penuh kekeluargaan mewarnai hampir di setiap penjuru
Banua. Kebersamaan semakin terasa saat kita memasuki Kota Martapura, sebagai tempat prosesi di mana Haul
Guru Sekumpul dilaksanakan.
Tawaran ramah masyarakat agar jamaah mampir menikmati
makanan dan minuman gratis, merupakan pemandangan menyentuh nurani terlihat
hampir di seluruh penjuru kota Serambi Mekkah itu.
Haul Guru Sekumpul menjadi sejarah emas bagi provinsi
tertua di Pulau Kalimantan untuk menguatkan identitas sebagai daerah perekat kebersamaan
dan persaudaraan, meski dalam keberagaman.
Suasana human interes lain dari pelaksanaan Haul Guru
Sekumpul adalah semua komponen masyarakat turut bergotong royong dalam
mempersiapkan hari sakral religius itu.
Bahkan H Sahbirin Noor pun, sejenak menanggalkan statusnya
sebagai simbol penguasa Provinsi Kalsel. Dengan pakaian layaknya relawan,
berselempang kain sarung di badan, turut berbaur dengan masyarakat.
Paman Birin, sapaan akrabnya, tanpa protokol sebagaimana
layaknya seorang pimpinan tertinggi di daerah, ikut mangawah.
Tanpa sedikitpun canggung, Paman Birin di tengah kurungan
asap yang bersumber dari kayu bakar, memasak nasi secara tradisional di Kampung
Melayu, Martapura, Minggu (10/3) subuh.
Gotong royong bersama dengan masyarakat ini, terus
diteladankan Paman Birin untuk memberikan edukasi akan pentingnya membumikan budaya masyarakat
Kalsel yang sarat akan nilai-nilai kesantunan sosial. (bambang
dm: pemerhati sosial dan pemerintahan)
