PELAIHARI,
banuapost.co.id– Fenomana alam
turunnya hujan deras disertai butiran es, sempat menggegerkan warga Desa Kunyit
dan Desa Pemuda, Kabupaten Tanah Laut, Sabtu (13/4).
Sementara
di Desa Bajuin RT 3, angin kencang disertai hujan mengakibatkan hancurnya
sebuah rumah milik Yudha setelah tertimpa pohon melinjo yang berada di samping
rumah.
Angin
kencang yang diperkirakan berlangsung hampir 30 menit itu, juga
mematahkan tiang-tiang bangunan majelis di Desa Bajuin. Namun sampai sejauh ini,
tidak ada korban jiwa.
Hujan
disertai butiran es dan hembusan angin cukup kencang, berlangsung sekitar 3
menit, pukul 12:30 Wita. Warga mendengar suara atap rumah yang berbunyi seperti
kejatuhan kerikil.
Setelah
itu, hujan semakin deras disusul dengan kencangnya hembusan angin yang
berlangsung sekitar 30 menit.
Janah,
warga RT 4 Desa Kunyit, mengaku awalnya kaget mendengar suara yang sangat keras
menerpa atap rumah. Karena penasaran, ia memberanikan diri melihat keluar
rumah, dan menemukan butiran es di halaman yang jatuh bersama hujan.
“Salah
satu butiran es itu jatuh di depan saya, dan sempat menggenggamnya beberapa
saat sampai esnya mencair,” kata Janah yang ditemui sore harinya.
Untuk
memastikan yang dipegangnya butiran es yang turun bersama hujan, Janah sempat
mengabadikan dengan dawainya.
Adanya
butiran es yang turun bersama hujan, juga diakui Tommy, warga RT 1 Desa
Kunyit, dan Hendra warga Danau Waringin, Desa Pemuda, Kecamatan Pelaihari.
“Saya
tidak sempat mengabadikan, karena butiran es yang jatuh di dekat rumah saya
kecil-kecil dan cepat mencair saat disentuh,” kata Tommy.
Warga
Desa Kunyit dan Danau Waringin mengaku fenomena hujan es ini merupakan yang
pertama kali mereka alami. (zkl/foto:
zul yunus)
