BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Masyarakat harus percaya dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga penyelenggara
pesta lima tahunan itu.
Imbauan itu dikemukakan Sekdaprov Kalsel, Abdul Haris,
usai mengibarkan bendera start tanda dimulainya ‘Pemilu Run 5K 2019’ yang
diselenggarakan KPU Kalsel, Minggu (7/4).
“Karena itu, jangan sampai satupun warga Kalsel yang
golput. Itu kerugian bagi demokrasi kita,” jelasmya.
Menurut Abdul Haris yang mewakili gubenur, hendaknya tidak
ada lagi masyarakat Kalsel yang tidak mengetahui tata cara pencoblosan saat
pemilu nanti. Terlebih tidak mengetahui kapan waktu pencoblosan.
Ke depan, kata Abdul Haris, sosialisasi hendaknya lebih dimantapkan
lagi. Karena pemilu kali ini beda dengan pemilu-pemilu sebelumnya.
Di Pemilu 2019, ada 5 kertas coblos berbeda. Oleh sebab
itu, sosialisasi dari KPU hendaknya sudah maksimal. Sehingga partisipasi
masyrakat semakin meningkat untuk datang ke TPS.
“Pentingnya lagi, marilah kita laksanakan pemilu dengan
damai, aman dan rasa persaudaraan, tanpa intimidasi dan politik uang” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua KPU Kalsel, Sarmuji mengingatkan agar
masyarakat tidak terprovokasi dengan ajakan untuk golput, karena mendapat info
dan kabar tidak jelas, apalagi yang bohong.
“Ajakan untuk golput itu sangatlah tidak bijak. Apapun
alasannya, negara ini sudah menganut
asas demokrasi, asas yang dikehendaki bersama masyarakat Indonesia,” ujarnya. (end/foto: hum)
