BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Upaya Pemprov Kalsel menstimulus pengembangan kepariwisataan, tidak hanya pada
kalangan bisnis dan wisatawan luar. Namun juga pada agen-agen di sektor
pendidikan, salah satunya guru.
“Kita perlu tingkatkan keterlibatan masyarakat di dalamnya,
salah satunya melalui guru-guru agar pesan-pesan dapat tersampaikan ke anak
murid dan juga lingkungannya,” ujar Asisten Administrasi Umum Pemprov Kalsel, Heriansyah,
usai membuka pelatihan dasar SDM kepariwisataan bagi guru, Senin (8/4).
Sementara menurut Kadis Pariwisata Kalsel, Dahnial Kifli,
kurangnya sekolah menengah khusus untuk kepariwisataan, tidak menjadi halangan dalam
meningkatkan kualitas pariwisata di Kalsel. Karena kuncinya, koordinasi dan
terus bersinergi dengan pemerintah pusat.
“Dengan kita bersinergi, upaya untuk memajukan pariwisata
di Kalsel bisa terwujud. Apalagi 2019 ini banyak sekali kegiatan wisata di
seluruh Kabupaten/ Kota di Kalsel,” jelasnya.
Sedang menurut Arius Santun, Analis Kebijakan Kementerian
Pariwisata, yang juga sebagai narasumber. kegiatan yang dilaksanakan pemprov dan
pemerintah pusat, merupakan perwujudan dari nawacita dalam peningkatan SDM di
semua sektor.
“Saya menyambut baik Pemprov Kalsel yng bergerak
cepat dalam upayanya meningkatkan pariwisata daerah,” katanya.
Karena baik pemerintah pusat dan daerah, sambung Arius, sama-sama
menciptakan community based tourism yang di dalamnya terdapat kerjasama antar
pemerintah, masyarakat dan juga industri.
Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan bagi guru, dilaksanakan
selama 1 hari dan diikuti sekitar 240 guru SMA/SMK dan Sekolah Akademi
Kepariwisataan di Kota Banjarmasin.
Diharapkan nantinya, guru akan menjadi agen atau duta
pariwisata di lingkup kerja dan lingkungannya dengan menerapkan pengenalan
Sapta Pesona, khususnya bagi anak muridnya (dev/foto: hum)
