BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Menjelang Pilgub Kalsel 2020, nama Dennny Indrayana, mantan Wamenkumham di era
Presiden SBY, muncul sebagai penantang petahana, H Sahbirin Noor, dan calon
kuat lainnya, Pangeran Khairul Saleh.
Hebatnya lagi, profesor tamu di Melbourne Law School,
Australia tersebut, muncul sebagai penantang terkuat, sebagaimana dilansir dari
hasil pollingkita.com, yang beredar
di media sosial.
Dari enam nama yang muncul hasil pollingkita.com hingga Senin (22/7) malam pukul 20:47 Wita, pria
kelahiran Kotabaru, 11 Desember 1972, berada di urutan teratas dengan meraih
68,2 persen suara.
Sementara di urutan berikutnya, Khairul Saleh 11,9 persen
suara. Kemudian petahana Sahbirin Noor 7,7 persen suara, dan dr Zairulah Azhar
5,7 persen suara.
Sedang dua nama lainnya, mantan Walikota Banjarmasin, Muhidin,
memperoleh 4,2 persen suara dan Fajroel Rahman dengan 2,3 persen suara.
Munculnya nama Denny Indrayana ini pun, mendapat dukungan
sejumlah aktivis muda banua. Salah satunya, Azhar Maulana, mantan Ketua BEM
Fisip ULM.
Alumni Ilmu Pemerintahan Fisip ULM ini menilai, kapasitas
dan kapabilitas Denny Indrayana yang merupakan seorang akademisi sudah tidak
diragukan.
“Rakyat Kalsel perlu pemimpin yang cerdas, agamis
dan berpengalaman di kancah nasional. Terlebih lagi, Kalsel bakal jadi salah
satu calon ibu kota negara,” kata Azhar Maulana.
Karena penilaian itulah, Azhar Maulana dan sejumlah
rekannya aktivis muda banua, mendukung Denny Indrayana mengabdikan diri dan
pengetahuannya untuk kembali ke banua sebagai Gubernur Kalsel 2020 – 2025.
Menanggapi dukungan itu, Denny Indrayana saat
dikonfirmasi mengatakan, hal tersebut merupakan aspirasi dari rekan-rekannya di
Banua.
“Kalau saya orangnya mengalir saja,” kata Denny.
Menurut Denny Indrayana, menjadi gubernur itu bukan
amanah yang ringan. Tapi sebuah keseriusan dengan modal besar.
“Kalau saya nggak punya uang untuk maju jadi
gubernur,” ujar mantan Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Gajah Mada
(2010 – 2018) ini.
Staf Khusus Presiden SBY bidang HAM ini, mengaku sedang
fokus sebagai profesor tamu di Melbourne Law School, Australia.
Selain itu, Wakil Menteri Hukum dan Ham pada 2011 – 2014
ini, juga mengaku sedang menjalankan amanah dari para kliennya di law firm atau
kantor advokat dan konsultan hukum Indrayana Centre for Government,
Constitution, and Society (INTEGRITY). (emy/foto:
ist)
