JAKARTA, banuapost.co.id–
Sejumpah perwakilan petani yang berunjuk rasa, diterima Presiden Joko Widodo di
Istana Merdeka, Selasa (24/9). Dalam pertemuan dengan 8 perwakilan pengunjuk
rasa, presiden didampingi Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko.
Usai pertemuan, Moeldoko menjelaskan, dalam pertemuan
tersebut para petani menyampaikan secara langsung persoalan reforma agrarian.
“Sudah dicatat semua oleh presiden, di antaranya
bagaimana tentang redistribusi, perhutanan sosial, masyarakat transmigrasi, dan
macam-macam,” jelas Moeldoko.
Belum
dijalankan
Sementara Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan
Agraria (KPA), Dewi Kartika, yang merupakan salah satu perwakilan pengunjuk
rasa, menyampaikan kepada presiden reforma agraria yang dijanjikan 9 juta
hektare untuk diredistribusikan kepada petani, belum dijalankan.
Menurutnya, hal tersebut dikarenakan masih banyaknya
masalah-masalah atau konflik lahan yang tidak dituntaskan dalam kerangka
reforma agraria.
“Jadi intinya memang kami berharap ada perubahan
mendasar tentang bagaimana kebijakan reforma agraria itu dapat dijalankan,
memastikan petani-petani mendapatkan hak atas tanahnya secara penuh, baik itu
yang diklaim perusahaan swasta atau pun negara,” ujarnya.
“Pak Presiden tadi punya komitmen, pelaksanaan
reforma agraria itu beliau setuju. Ini harus dipimpin langsung presiden, tidak
bisa di level seorang menteri,” imbuhnya. (yb/din/foto: muchlis jr)
