BANJARMASIN, banuapost.co.id– Walikota Banjarmasin dan Banjarbaru, tidak hadir untuk menerima penghargaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 2019 yang digelar Dinkes Kalsel di sebuah hotel di Jl A Yani, Rabu (20/11) malam
Tidak jelas memang ketidakhadiran orang nomor satu di
masing-masing pemerintahan kotamadya itu. Padahal keduanya, memperoleh penghargaan
kategori kinerja pembangunan bidang kesehatan terbaik, diikuti Kabupaten Hulu
Sungai Tengah, Tanah Bumbu dan Tabalong.
Selain pemerintah kota dan kabupaten, puluhan unit
pelayanan kesehatan, kelompok atau individu penggiat kesehatan, juga
mendapatkan penghargaan di masing-masing kategori sebagai. penggerak
Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM)di Kalsel.
Pncak peringatan HKN ini, dihadiri Kepala Pusat Litbang
Humaniora dan Manajemen Kesehatan Balitbangkes Kemenkes RI, Sugianto.
Mewakili Gubernur Kalsel, hadir Asisten III Bidang
Pemerintahan, Siswansyah, forkopimda, bupati, Kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel dan 800
lebih insan kesehatan.
Menurut Kadinkes Kalsel, HM Muslim, para pemenang
penghargaan berperan signifikan atas pencapaian perbaikan IPKM di Kalsel yang sudah
menempati posisi urutan 24 dari seluruh provinsi di Indonesia.
“Meski belum berada di urutan atas, namun IPKM Kalsel
sudah mengalami perubahan signifikan ke arah lebih baik. Ini ditunjukkan dengan
naik 7 peringkat dibanding posisi di 2013, yaitu urutan 31,” ujar Muslim.
Tak ditampik Muslim, capaian ini karena pentingnya
sinergi dan kerjasama seluruh stakeholder kesehatan dengan seluruh elemen,
termasuk organisasi, akademisi hingga swasta dan dunia usaha.
“Makin banyak pihak yang terlibat, makin besar
kemampuan kita percepat peningkatan aspek kesehatan masyarakat,” tandasnya.
(sai/foto: iman)
