BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Pertemuan pemegang saham PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Hulu Sungai Tengah
(HST) di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor
Regional 9 Kalimantan, ‘tertutup’.
Padahal awak media menerima informasi peliputan justeru
dari Humpro Kalsel yang menyebutkan kegiatan berlangsung pukul 11:00 Wita, Rabu
(20/11).
Tak urung, ‘tertutup’-nya pertemuan ini membuat beberapa
awak media, khususnya media online
menjadi heran.
Padahal untuk sebuah perusahaan publik, terlebih lagi
bergerak dalam bidang menghimpun duit masyarakat, perlu keterbukaan untuk
diketahui sehat atau tdaknya.
Seandainya bank perkreditan rakyat ini tidak sehat,
masyarakat atau nasabah pun harus tahu agar dikemudian hari uang yang disimpan tidak
hilang percuma atau pengembaliannya berproses berlarut-larut.
Humas OJK, Andika, yang mengaku tengah berada di Jakarta
ketika diminta penjelasannya justeru mengarahkan ke salah satu rekan di lembaga
itu.
Begitupun ketika ditanya melalui pesan WhatsApp, hingga berita ini dilansir,
Andika tidak memberikan jawaban satu suku kata pun. (sai/foto: ist)
