BANJAR, banuapost.co.id– Pengembangan organisasi yang dilakukan secara baik dan proporsional, akan berdampak positif bagi pembangunan daerah.
Karena dari organisasi yang maju, diharapkan muncul ide-ide
atau pikiran-pikiran positif yang memberikan kontribusi untuk pengembangan, baik
ekonomi, politik, sosial dan budaya.
“Oleh sebab itu, pemerintah selalu mendukung berbagai
kegiatan pengembangan organisasi, seperti dilaksanakan Ikatan Sarjana Nahdlatul
Ulama (ISNU) Kalsel,” ujar Abdul Haris Makkie.
Sekdaprov Kalsel mengemukakan hal itu ketika membuka
kegiatan Madrasah Kader NU (MKNU) di salah satu hotel di Kabupaten Banjar. Kegiatan
yang dihelat ISNU Kalsel, berlangsung sejak Jumat (29/11) hingga Minggu (1/12),
Menurut Haris Makkie yang juga Ketua PWNU Kalsel, lewat
program semacam MKNU ini, para kader yang akan masuk kepengurusan, didorong
untuk benar-benar memahami garis perjuangan NU. Termasuk AD/ART, visi misi, dan
program-program yang akan dikerjakan organisasi.
“Hal ini penting bagi kami warga NU atau pengurus
NU, agar orang yang masuk dalam kepengurusan betul-betul paham. Bagaimana
gerakannya, bagaimana perjuangannya,” tandasnya.
Dalam kegiatan ini, para kader ISNU akan diberikan materi
tentang pemahaman Aswaja (Ahlussunnah Wal Jama’ah), serta mengenai NKRI dan
Kebangsaan.
“Di ISNU ini, kita berkhidmat untuk membantu memberikan
pemikiran bagaimana pembangunan yang ada di Kalsel menjadi lebih cepat,” kata
Ketua Pengurus Wilayah ISNU Kalsel, M Ahsin Rifa’i.
Bahkan Pengurus Besar (PB) NU, lanjut M Ahsin, mewajibkan
seluruh pengurus mengikuti MKNU. “Madrasah ini memberikan peneguhan kembali
kepada seluruh sarjana NU agar mereka memahami garis perjuangan NU,” jelas akademisi
ULM ini. (emy/foto: deny)
