JAKARTA, banuapost.co.id- Pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada peringkat ke-3 di bawah India dan China. Kondisi demikian lebih baik jika dibandingkan negara-negara G-20, terutama jika mengingat kondisi global yang masih belum jelas.
Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo saat
memberikan sambutan pada pembukaan Kompas 100 CEO Forum yang digelar di Grand
Ballroom, Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Pusat, Kamis (28/11).
“Kita lihat kalau di G-20, pertumbuhan ekonomi
Indonesia itu berada pada ranking ke-3. Ini yang patut kita syukuri dan sering
kita lupakan. Nomor 3 di bawah India dan China, baru Indonesia. Sehingga rasa
optimisme ini harus terus kita kembangkan,” kata presiden.
Kondisi perekonomian di semua negara, lanjut Kepala
Negara, saat ini masih berada pada posisi yang tertekan oleh kondisi eksternal.
Seperti pertumbuhan ekonomi global, perang dagang, masalah di Amerika Latin,
Brexit, masalah di Timur Tengah, hingga masalah di Hong Kong yang tak kunjung
usai..
Meski demikian, presiden berpandangan jika Indonesia
konsentrasi menghadapi tantangan-tantangan internal, diyakini pertumbuhan
ekonomi Indonesia akan semakin baik.
“Saya kira pertumbuhan ekonomi kita masih tahun ini
mungkin berada pada nantinya mungkin 5,04-5,05 (persen), kira-kira berada di
situ,” imbuhnya. (yb/din/foto:
setneg)
