KENDAL, banuapost.co.id– Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas harus terbangun di seluruh Indonesia sebanyak 2.000 di 2020.
Sejak program ini dicanangkan 2017 lalu, dibangun 50 BLK Komunitas. Kemudian 2019 jadi 75. Sedang 2019 ada 1.000 BLK Komunitas.
“Nanti tahun depan, 2020, lipat 2
kali, 2.000 BLK Komunitas,” tegas Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan
pada Peresmian BLK Komunitas se-Indonesia di Pondok Pesantren Al-Fadllu 2 Kendal,
Senin (30/12) siang.
Menurut presiden, sekarang ini
kompetisi antar negara begitu sangat
ketatnya. Adu ekonomi, adu pinter-pinteran antara manusia-manusia, semunya
berkompetisi.
“Begitu
sebuah negara kalah ekonominya, kalah SDM-nya, sudah, ditinggal oleh negara
lain,” kata Kepala Negara.
Karena kondisi demikian, lanjut
presiden, pemerintah tidak mau Indonesia ditinggal negara lain. Terlebih lagi di
tengah ekonomi dunia yang bergejolak tidak pasti, banyak negara yang sudah
masuk ke krisis, menuju ke krisis ke resesi. Sementara ekonomi Indonesia tetap
baik, stabil dengan pertumbuhan masih di atas 5 persen.
“Ini Alhamdulillah, patut kita
syukuri. Karena ada negara yang pertumbuhan ekonominya 7, anjlok jadi -1,5, ada
yang 4 anjlok jadi 0,5, ada yang 10 anjlok jadi 6. Sehingga sekali lagi, patut
kita syukuri. Jangan kita kufur nikmat,” ucap presiden.
Terkait
masalah sumber daya manusia, diakui presiden, semua negara sekarang ini memang
persaingannya ada disitu.
Sekarang ini, menurut presiden, pertanyaannya
bukan ijazahmu apa, bukan adu ijazah. Tetapi adu ketrampilan, adu skill, adu
kompetensi.
“Inilah
sekarang yang hampir semua negara mengasah skill, mengasah ketrampilan,
kejuruan diangkat,” ujarnya.
Karena itu, lanjut Jokowi, BLK
Komunitas ini menghasilkan SDM-SDM yang baik dari Pondok Pesantren.
“Golnya
harus ke sana. Kalau nanti 2.000 ini bener-bener kita lihat berjalan semuanya,
nanti akan lipat lagi menjadi 4000. Insya Allah tahun depannya lagi. Karena
kita memiliki 29 ribu pondok pesantren di seluruh tanah air,” imbuhnya.
Tampak hadir dalam kunjungan
kerja presiden ke Provinsi Jateng ini, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziah,
Menseneg Pratikno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama, Menteri
Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadllu KH Dimyati
Rois beserta Pimpinan Pondok Pesantren Al-Fadlu 2 KH Alamudin Dimyati Rois, dan
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. (yb/bgla/foto:
setneg)
