BANJARMASIN, banuapost.co.id– Jangan merasa bangga jika memakai narkoba. Karena selain mengancam masa depan, juga berandil besar menjadi sampah masyarakat. Oleh sebab itu, perangi narkoba sejak dini.
Pesan penting akan bahaya narkoba ini terungkap dalam
sosialisasi “Bahaya Narkoba” yang digelar Badan Narkotika Nasional Provinsi
(BNNP) bersama Ikmada (Ikatan Mahasiswa dan Pemuda) Kalsel di sebuah hotel di kawasan
Jl P Antasari, Sabtu (28/12) sore.
Sosialisasi yang diikuti mahasiswa dan masyarakat ini,
menampilkan narasumber dari anggota DPRD Kalsel, Zulfa Asma Vikra, Kabid
Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Kalsel, H Ifansyah, dan Akademisi
Universitas A Yani, Masrudi Muchtar.
Menurut Zulfa Asma, kegiatan ini positif untuk kalangan
mahasiswa dan pemuda Kalsel dalam memerangi narkoba. Karena Kalsel berada di peringkat
5 pecandu dan peredar narkoda di Indonesia.
“Ini sangat miris sekali kalau tidak ada kemauan dari
segala pihak untuk memerangi narkoba,” imbuhnya.
Sementara H Ifansyah mengatakan, pemakai narkoba di
Kalsel cukup tinggi. Selama 2017 dengan angka 1,97. Sedang angka rata-rata
nasional dari 34 provinsi, 1,77.
“Dengan kondisi demikian, Kalsel melebihi angka nasional.
Karena itu kita berupaya menjelaskan ke semua
institusi, baik pemerintah maupun non-pemerintah, untuk menyuarakan: Perangi
Narkoba,” ujar H Ifansyah.
Bahkan, sambung Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Kalsel ini. para nelayan dan
petani hanya tahu narkoba bisa membuat kuat. Sehingga bekerja tanpa makan.
“Tapi tidak ada penjelasan bagi mereka jika itu sangat berbahaya.
Jadi jangan merasa bangga jika ada yang memakai narkoba,” pungkas H Ifansyah
mengingatkan. (oie/foto: olive)
.
