BANJARBARU, banuspost.co.id– Hulu Sungai Utara, hingga Jumat (17/4) sore masih menjadi salah satu kabupaten di Provinsi Kalsel yang warga belum ditemukan terpapar virus mahkota.
Padahal jumlah pasien terkonfirmasi positif terinfeksi virus asal Provinsi Wuhan, Tiongkok, di Kalsel kian membengkak. Terhitung sudah sebanyak 61 kasus, atau bertambah 18 kasus dari se hari sebelumnya.
Sebagaimana rilis data terbaru Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid 19 Kalsel, Jumat (17/4) sore, kasus baru tambahan terbanyak dari Tanah Bumbu, yakni 9 pasien dari sebelumnya hanya tiga, menjadi 12 kasus.
Kemudian Tanah Laut yang mencatatkan tiga kasus positif dari sebelumnya nihil. Begitu pula Kotabaru, dari sebelumnya tidak ada, menjadi satu kasus. Sementara Barito Kuala, ada dua tambahan kasus hingga menjadi tujuh dari sebelumnya lima.
Berikutnya, Hulu Sungai Selatan, juga bertambah dua kasus dari sebelumnya hanya satu. Terakhir Banjarmasin ada tambahan satu kasus baru dari sebelumnya 20, kini menjadi 21.
Kasus positif lain yang jumlahnya tidak bertambah dari se hari sebelumnya, Banjarbaru empat orang. Kemudian, Tabalong dan Hulu Sungai Tengah masing-masing tiga. Dilanjutkan Kabupaten Banjar dua, dan Tapin serta Balangan masing-masing satu.
“Tambahan 18 kasus positif ini, tiga peningkatan dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebelumnya. Sedangkan 15 lainnya, hasil penelusuran petugas terhadap kluster Gowa yang kemudian dilakukan tes swab dengan metodelogi PCR,” jelas Sekretaris sekaligus Juru Bicara TGTPP Kalsel, M Muslim.
Menurut Muslim, dari 61 pasien positif itu, sebanyak 35 orang dirawat di sejumlah rumah sakit. 16 orang di RSUD Ulin, empat di RSUD M Anshari Saleh, tiga di RSUD Damanhuri. Serta RSUD Abdul Aziz, RSUD Boejsin, RS Idaman, RSUD Hasan basry, RSUD Badarudin, masing – masing dua.
“Sedangkan 26 orang lainnya, melakukan isolasi mandiri,” ujar Muslim.
Secara keseluruhan, terbaru di Kalsel jumlah kasus terkonfirmasi positif sebanyak 76. 61 pasien positif yang masih dirawat, delapan sembuh dan tujuh meninggal dunia.
Bertambahnya jumlah kasus Covid 19 ini, menurut Muslim, tidak lepas dari upaya masif petugas survilan
terhadap mereka yang punya kontak dengan pasien positif sebelumnya. Kemudian dilakukan tes PCR yang hasilnya menunjukan positif terinfeksi korona.
Sedang jumlah PDP terbaru, sebanyak sembilan orang. Berkurang tiga orang yang menjadi positif dari sebelumnya 12 PDP.
Sementara Orang Dalam Pemantauan (ODP), mengalami penambahan. Dari sebelumnya 1.316, menjadi 1.383 ODP. (emy/foto: ist)