KOTABARU, banuapost.co.id– Salah satu perusahaan produsen semen, PT Indocement Tunggal Prakarsa (ITP) Tbk Plant Tarjun, memberikan pelatihan budidaya ilkan nila kepada warga di wilayah operasionalnya.
Budidaya ikan nila dengan sistem keramba apung inpun sangat sederhana. Karena mamanfaakan bekas tambang di sekitar perusahaan tersebut.
Selain pelatihan, perusahaan semen tersebut juga memberi bibit sebanyak 12.000 ekor untuk disemai di bekas galian milik perusahaan di Desa Serongga, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kotabaru.
Menurut instruktur pelatihan, I Wayan Sudhiarta, pelatihan dilakukan di Pusat Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat (P3M) Indocement.
Sedang materi yang disampaikan berkaitan dengan bagaimana cara memelihara ikan nila. Mulai dari pembibitan, pemilihan induk sampai kepada pemeliharaan dan panen.
“Begitupun dengan cara menentukan keramba atau dengan kata lain persyaratan lokasi, kualitas benih yang ditabur, pakan dan kualitas air,” jelasnya, Rabu (13/5).
Meseki demikian, lanjut Wayan, tidak semua kawasan bisa dipergunakan. Tapi tergantung dari topografi dan kualitas airnya. Jadi syarat utamanya pada air.
Tahap awal, dari 12.000 bibit yang ditebar hanya sekitar 5 persen tingkat kematiannya. Sisanya dapat dipertahankan sampai dengan waktu panen.
“Karena awalnya bagus, kami dari perusahaan akan terus memantau perkembangannya di lapangan,” imbuhnya.
Sedang untuk tingkat keberhasilan, menurut Wayan, tergantung dari kemauan para pelaku usahanya. Sebab selama kemauanya tidak ada, usaha yang dijalankanpun akan tidak sesuai harapan.
Sementara salah satu petambak, Mudrikah, mengaku sengaja memilih lahan eks tambang karena dari segi pembiayaan lebih murah.
“Selain lahanya sudah tersedia, kerambanya pun hanya bermodalkan sedikit kayu dan batang bambu. Sedang pengawasanya, juga tidak jauh dari areal permukiman,” jelasnya.
Kepala Desa Serongga, Akhyar Maulana, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan PT Indocement dalam rangka meningkatan kualitas sumber daya manusia, memberikan pelatihan budidaya ikan nila dengan lahan bekas galian tambang.
“Jujur saja, Indocement telah banyak membantu dan saya kira kebijakan perusahaan dengan program CSR nya pasti sangat mendukung peningkatan perekonomian masyarakat,” ucapnya.
Sementara menurut manajemen Indocement Tarjun, H Teguh Iman Basoeki, perusahan sudah berkomitment menjalankan program CSR, meski tetap memenuhi protokol Covid19.
“Program ini termasuk dalam CSR pilar pembangunan ekonomi dan pendidikan 2020. Tujuannya, untuk memberikan ilmu dasar dalam budidaya perikanan, khususnya dengan menggunakan keramba apung. Sehingga masyarakat desa yang berminat, dapat mengembangkan dan memanfaatkan lahan-lahan untuk budidaya ikan,” ujarnya.
Budidaya perikanan keramba apung, lanjut H Teguh, menjadi alternatif dalam memberikan nilai tambah ekonomi masyarakat, dan menjadi salah satu sumber ikan bagi pasar dan kebutuhan lokal. (her/foto: ist)