PALANGKA RAYA, banuapost.co.id– Terus meningkatnya warga yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus korona, membuat Pemko Palangka Raya menggelar rapid test massal di pasar tradisional, Jumat (3/7) pagi.
Digelarnya rapid test massal, sebagai salah satu upaya pencegahan, sekaligus memutus mata rantai penyebaran virus yang hingga sekarang ini belum ditemukan vaksinya itu.
Sebagaimana pantauan banuapost.co.id, rapid test massal yang dilakukan TGTP2 Kota Palangka Raya dalam dua hari terakhir ini, dilaksanakan terhadap warga di pasar tradisional atau Pasar PU, Jl S Parman.
Meski tergolong dadakan, sejumlah pedagang maupun pembeli dan juru parkir antusias mengikutinya. Satu per satu mereka diambil sample darahnya untuk dilakukan tes oleh petugas medis yang menggunakan alat pelindung diri atau APD lengkap.
Beberapa warga memberikan apresiasi dengan perhatian Pemerintah Kota Palangka Raya yang terus berupaya menahan laju pandemi Covid-19 dengan menggelar rapid test ini.
Sementara menurut Koordinator Lapangan Deteksi Dini Covid-19 Kota Palangka Raya, Irma Afsesta, rapid test massal akan dilangsungkan selama 10 hari ke depan. Sementara ini sudah hari kedua.
“Sehari sebelumnya kita laksanakan di Pasar Kameloh. Namun beberapa warga, seperti pedagangnya, ada yang senmgaja melarikan diri,” ujar Irma.
Dari 125 warga yang dirapid test, lanjut Irma, 6 orang di antaranya reaktif. Sehingga dilanjutkan dengan uji swab.
Sedang mengutip data media center Covid-19 Kota Palangka Raya per 2 Juli, jumlah warga yang terkonfirmasi positif terpapar virus korona mencapai 379 kasus.
Dari jumlah akumulatif itu, 212 di antaranya dalam perawatan dan isolasi serta karantina mandiri. 140 dinyatakan sembuh, dan 27 orang meninggal dunia. (yb/din/foto: ist)