TANJUNG, banuapost.co.id– Sterilkan ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD), manajemen RSUD H Badaruddin Kasim (RSHBK) Maburai meniadakan layanan selama dua hari sejak Sabtu (4/7).
Menurut Plh Direktur RSHBK Maburai, dr Taufiqurrahman Hamdie, ditutupnya sementara layanan IGD ini karena dilakukan penyemprotan disinfektan.
“Sebenarnya, tiap hari kita sdh lakukan sterilisasi semua ruangan. Namun untuk lebih maksimal, kita harus sterilkan ruangan tersebut disaat tidak ada orang,” ujarnya, Jumat (3/7).
Penutupan sementara, dituangkan dalam surat pemberitahuan yang dikeluarkan RSHBK, No: B.1091/RSUB/YAN/445/07/2020 tanggal 3 Juli 2020.
Dalam surat pemberitahuan dijelaskan, penutupan sementara itu dilakukan dalam rangka mensterilisasi ruangan RSHBK demi menjaga kesehatan masyarakat dan petugas terhadap penyebaran Covid-19.
Selama penutupan, masyarakat yang ingin berobat darurat akan diarahkan ke rumah sakit terdekat, seperti RS Pertamina yang ada dikomplek Pertamina Murung Pudak
Selain menyemprot ruangan, juga akan menskrining semua karyawan yang ada di RSHBK Maburai secara bertahap.
“Kita juga akan merapid test semua karyawan RSHBK secara bertahap. Jika ada petugas medis yang terpapar Covid-19, dapat segera dilakukan tindakan,” tandas Taufiq yang juga Kadinkes Tabalong ini.
Untuk tahap pertama, 26 orang petugas medis di IGD yang akan dirapid test. Selanjutnya, akan dilakukan pada semua petugas medis yang di RSHBK Maburai. (sal/foto: ist)