BATULICIN, banuapost.co.id– Memastikan hewan untuk qurban Idul Adha aman dan sehat untuk dikonsumsi, Dinas Pertanian dan Peternakan Tanah Bumbu turun ke lapangan melakukan pemeriksaan.
Dalam pemeriksaan kesehatan hewan qurban, Jumat (3/7), sedikitinya Distan Tanbu di dampingi lima dokter hewan.
“Pemeriksaan ini penting, mengingat hewan untuk qurban tidak hanya diperoleh dari perternak lokal Tanbu. Tapi juga dari daerah lain, seperti Sulewisi, Bali dan Jawa,” ujar Kadistan Tanbu, Fauraji.
Bahkan menjelang Idul Adha yang beberapa pekan lagi, lanjur Fauraji, pembinaan juga dilakukan kepada setiap peternak sebelum memperjualbelikan hewan ternaknya di pasaran.
“Untuk semua hewan qurban yang datang dari luar Tanbu, kami minta kepada pemiliknya untuk terlebih dulu dimasukkan ke kandang karantina hewan yang ada di Desa Tanah Merah,” jelasnya.
Kemudian semua hewan yang ditampung di sana, sambung Fauraji, akan diperiksa dokter hewan. Kalau sudah dinyatakan sehat, baru boleh dipasarkan.
Selain memperbolehkan peternak menjual belikan hewan qurban yang dinyatakan sehat, Distan Tanbu juga memberikan batasan usia ternak yang akan dijadikan hewan qurban.
“Hewannya harus berusia lebih dari dua tahun,” katanya.
Diakui Fauraji, ketersediaan hewan qurban di Kabupaten Tanah Bumbu menjelang Idul Adha 2020, tergolong aman dan terpenuhi.
Selain pasokan dari luar daerah, juga ada peternakan sapi milik PT Buana Karya Bhakti (BKB) yang menjual tiga jenis sapi berbobot di atas 300 kilogram, seperti jenis limosin, mental dan brahman.
“Idul Adha tahun ini, PT BKB sudah menyiapkan 140 ekor sapi qurban untuk konsumen,” imbuhnya.
Disinggung kriteria kesehatan hewan, menurut Fauraji, dilihat dari air Liur, mata, kulit dan gigi, serta nafsu makanya. (jack/foto: ist)