BANJARMASIN, banuapost.co.id– Lamban dan dipersulit dalam pengurusan e-KTP, puluhan warga dari berbagai kelurahan Banjarmasin Selatan, berunjuk rasa di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Rabu (19/8).
Mereka mempertanyakan kenapa pembuatan KTP tak kunjung selesai. Bahkan hingga bertahun-tahun selain pelayanan dipersulit.
Koordinator demo, Abdus Sammat, menutut disdukcapil mempercepat dan mempermudah dalam pembuatan KTP.
Uniknya, menurut Abdus Sammat, untuk pembuatan berkas lainnya, seperti izin usaha, proses lebih cepat. Sedang KTP, sebaliknya.
“KTP ini kecil, kenapa dipersulit dan lama sekali. Sedang berkas lainnya, gampang selesai,” katanya.
Sementara Kadisdukcapil Banjarmasin, Khairul Saleh, menampik yang dituduhkan. Karena saat warga mengurus, baik mencetak KTP yang patah, buram dan hilang, kebetulan blankonya menipis.
Sementara disdukcapil hanya meminta Surat Keterangan Kependudukan. Sedang warga, lupa melapor. Sehingga kenapa KTP tak kunjung jadi, selain memang KTP-nya masih ada yang belum selesai.
“Kami terakhir diberikan 14.000 blangko KTP, sudah berjalan 9.000. Jadi sisa 5.000. Dari 5.000 ini akan diselesaikan sebanyak 3.000. Sementara 2.000 lagi untuk persiapan apabila ada yang patah atau rusak,” jelas Khairul Saleh.
Menurut Khairul Saleh, kalau warga ingin mencetak KTP, disdukcapil akan menguruskan. Karena itu tidak alasan untuk memperlambat pembuatan KTP,.
“Namun dengan syarat, lapor terlebih dahulu setelah membuat Surat Keterangan Kependudukan,” katanya.
Begitupun dengan tudingan mempersulit, sambung Khairul Saleh, pembuatan KTP sebenarnya mudah. Tapi karena pandemi ini, pembuatanya dilakukan melalui online.
“Sehingga dari beberapa warga, ada yang masih belum mengerti. Jadi hal itulah yang dianggap dipersulit,: imbuh Khairul Saleh. (ham/foto: hamdiah)