BOGOR, banuapost.co.id– Tol trans Sumatera ruas Pekanbaru-Dumai yang mulai digarap sejak 2017, akhirnya selesai. Uniknya, peresmian infrastruktur sepanjang 131,5 kilometer dengan biaya Rp 12,8 triliun itu, dilakukan Presiden Joko Widodo secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (25/9).
“Alhamdulillah, pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131,5 kilometer dengan biaya Rp12,18 triliun telah selesai,” kata Kepala Negara yang tampak mengenakan helm dan rompi, sebagaimana yang biasa dikenakan dalam peresmian secara luring.
Dengan demikian, menurut presiden, dapat dioperasikan secara penuh, dan sudah bisa dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan produktif, baik untuk masyarakat Riau maupun masyarakat yang melintasi Pulau Sumatera.
Ruas tol tersebut merupakan jalan tol pertama di Provinsi Riau yang terdiri atas 6 seksi dan mulai dibangun sejak pertengahan 2017 lalu.
Dengan adanya jalan tol tersebut, konektivitas antara Ibu Kota Provinsi Riau dengan Kota Dumai, dapat meningkat, sekaligus mendukung tumbuhnya industri dan sentra ekonomi di wilayah itu.
“Saya mendapat laporan, keberadaan jalan tol ini sudah mengundang minat investasi untuk mengembangkan usaha di sekitar jalur tol, seperti membangun kawasan industri, mengembangkan perumahan, dan mengembangkan fasilitas pariwisata yang akan membuka lapangan pekerjaan,” ucap presiden.
Tol tersebut juga merupakan bagian dari jalan tol trans-Sumatera yang sangat dinantikan masyarakat. Keseluruhan trans-Sumatera sepanjang kurang lebih 2.987 kilometer, nantinya akan menghubungkan Lampung hingga Aceh yang diharapkan secara langsung maupun tidak langsung juga turut meningkatkan perekonomian di seluruh Pulau Sumatera.
“Tumbuhnya sentra-sentra ekonomi baru, tentu akan meningkatkan aktivitas perekonomian wilayah dan membuka lapangan kerja yang lebih banyak bagi anak-anak muda kita,” tuturnya.
“Minat investor untuk ikut mendukung pengembangan daerah seperti ini, harus direspons dengan cepat. Sehingga pemerintah daerah dan masyarakat, bisa mendapat manfaat yang lebih banyak dari keberadaan infrastruktur yang dibangun pemerintah,” imbuh presiden.
Selain itu, tol Pekanbaru-Dumai juga merupakan tol yang unik dan istimewa, karena memiliki lima lintas bawah (underpass) atau terowongan untuk perlintasan satwa, khususnya gajah.
Area pembangunan jalan tol tersebut, memang bersinggungan dengan kawasan suaka margasatwa Balai Raja dan Siak Kecil yang menjadi habitat gajah Sumatera.
Dibangunnya lintas bawah, tepatnya berlokasi di seksi 4 jalan tol yang menghubungkan Kandis Utara dan Duri Selatan, dimaksudkan agar habitat gajah yang ada di sana tidak terganggu dan tetap terpelihara, sekaligus memberikan keamanan dan keselamatan bagi para pengguna jalan.
“Saya titip kepada pemerintah daerah dan warga masyarakat Pekanbaru-Dumai agar memanfaatkan infrastruktur ini sebaik-baiknya. Jadikan modal untuk mengembangkan lebih banyak lagi peluang usaha dan sarana untuk meningkatkan pemerataan kesejahteraan masyarakat,” ucap presiden.
Peresmian secara virtual tersebut, turut dihadiri Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, Gubernur Riau Syamsuar, dan sejumlah undangan terbatas yang hadir langsung di gerbang tol Dumai, Provinsi Riau, dengan menerapkan protokol kesehatan.
Sementara mendampingi presiden di Istana Kepresidenan Bogor, Mensesneg Pratikno dan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. (yb/din/foto: kris)