SAMPIT, banuapost.co.id– Kandidat Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran, sambangi Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), Sampit.
Calon nomor urut 2 yang berpasangan dengan mantan Bupati Pulang Pisau dua periode, Edy Pratowo, blusukan ke Pasar H Umar Hasyim, pusat perekonomian sebelah selatan Kota Sampit, Ibu Kota Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis (15/10).
Pasar yang menjadi kebanggaan masyarakat 4 kecamatan, yakni Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, Pulau Hanaut dan Teluk Sampit, merupakan termegah kedua setelah PPM Kota Sampit.
Sugianto yang di dampingi saudara kandungnya, Agustiar Sabran, dan tim sukses, menjumpai pedagang, terutama berinteraksi dengan para kaki lima.
Tak ada visi misi yang disampaikan sang petahana yang diusung 8 parpol pemilik kursi di DPRD Kalteng, PDI-P, Golkar, NasDem, PPP, PKS, PAN, PKB dan Perindo.
Selama blusukan di tempat bertemunya penjual dan pembeli ini, selain hanya mengingatkan warga agar selalu menggunakan masker, juga membagikannya kepada yang lupa memakai alat kesehatan penutup mulut dan hidung itu.
Blusukan keponakan pengusaha sukses Kota Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat (Kobar), Abdul Rasyid, banyak pedagang ketiban rejeki. Bahkan dagangan yang diborong, dibagikan ke warga sekitarnya.
Hampir satu jam blusukan, Sugianto kemudian menyebelah ke pasar swasta milik Yayasan Al Madaniyah. Seperti juga di H Umar Hasyim, di pasar ini pun banyak berinteraksi dengan pedagang kaki lima.
Usai mengelilingi dua pasar yang bersebelahan tersebut, Sugianto serta rombongan menuju kediaman Ustad Anwar Nuris, dan berziarah ke makam KH Guru Kaspul Anwar di Kelurahan Basirih Hilir.
Setelah ziarah, Sugianto ke tempat H Anang Sulaiman, salah satu tokoh masyarakat Samuda, yang juga Pendiri, Pembina, sekaligus donatur Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al Madaniyah, untuk Salat Zuhur berjamaah.
Usai salat, calon yang mengusung jargon: ‘Kalteng Berkah’, kemudian mengunjungi Masjid Nurul Islam yang masih dalam tahap pembangunan di Desa Jaya Kelapa, dan berziarah ke makam HM Zainuri di Desa Jaya Karet, pendiri Pondok Pesantren Sabilal Muhtadin.
“Setelah dari sini kita melanjutkan perjalanan silaturahmi ke Kabupaten Seruyan,” kata Agustiar Sabran yang anggota DPR RI itu. (um/foto: ist)